Aktivitas Bongkar Muat Barang Luar Negeri di Pelabuhan Teluk Bayur Anjlok, Ekspor Sumbar Turun 14,63 Persen pada April 2026

Penulis: Topan Lubis  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 17:01:31 WIB
Aktivitas ekspor di Pelabuhan Teluk Bayur turun 14,63 persen pada April 2026.

PADANG — Aktivitas ekspor dari Sumatera Barat melalui Pelabuhan Teluk Bayur merosot pada April 2026. BPS mencatat volume barang yang dimuat ke kapal tujuan luar negeri hanya 350,32 ribu ton, anjlok 14,63 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 410,37 ribu ton. Meski turun bulanan, angka ini masih lebih tinggi 15,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Barang Impor yang Dibongkar Juga Merosot Tajam

Penurunan tidak hanya terjadi pada sisi ekspor. Jumlah barang impor yang dibongkar di Teluk Bayur pada April 2026 tercatat hanya 28,30 ribu ton. Angka ini ambles 41,75 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar 48,58 ribu ton.

Jika dibandingkan dengan April 2025, volume bongkar muat impor ini bahkan lebih rendah 44,55 persen. Artinya, permintaan barang dari luar negeri di Sumbar sedang dalam tren menurun.

Bongkar Muat Dalam Negeri: Muat Turun, Bongkar Naik

Berbeda dengan perdagangan luar negeri, aktivitas di pelabuhan dalam negeri Sumbar menunjukkan sinyal beragam. Tiga pelabuhan utama—Teluk Bayur, Muaro, dan Air Bangis—mencatat penurunan pada jumlah barang yang dimuat, namun peningkatan pada barang yang dibongkar.

Jumlah barang yang dimuat untuk pelayaran dalam negeri pada April 2026 sebanyak 227,40 ribu ton, turun 34,55 persen dari Maret. Namun, jika dirinci per pelabuhan, Muaro justru mencatat kenaikan muat sebesar 57,99 persen. Sementara itu, Air Bangis mengalami penurunan drastis hingga 99,96 persen.

Peningkatan Barang Bongkar di Pelabuhan Dalam Negeri

Di sisi lain, barang yang dibongkar dari kapal dalam negeri justru meningkat. Tercatat 351,91 ribu ton barang dibongkar pada April 2026, naik 9,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan di Pelabuhan Teluk Bayur dan Air Bangis.

"Jumlah barang yang dibongkar di Pelabuhan Teluk Bayur dan Air Bangis mengalami peningkatan masing-masing 9,61 persen dan 25,36 persen," jelas Nurul Hasanudin. Satu-satunya pelabuhan yang mencatat penurunan bongkar adalah Muaro, yakni minus 4,23 persen.

Apa Artinya bagi Perekonomian Sumbar?

Penurunan aktivitas bongkar muat luar negeri di Teluk Bayur perlu dicermati. Sebagai gerbang utama perdagangan internasional Sumbar, fluktuasi ini bisa berdampak pada pendapatan daerah dan sektor logistik. Namun, peningkatan bongkar muat dalam negeri menandakan distribusi barang antar pulau masih bergerak positif.

BPS akan terus memantau perkembangan ini pada bulan-bulan mendatang untuk melihat apakah tren penurunan ekspor-impor bersifat musiman atau struktural.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top