Mensesneg Bantah Isu Pergantian Menkeu dan Gubernur BI, Sebut Keduanya Harus Diperkuat

Penulis: Ronal Siregar  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:50:01 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada rencana pergantian Menkeu dan Gubernur BI.

SUMATERA BARAT — Spekulasi soal perombakan di pucuk pimpinan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia mendapat bantahan langsung dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia memastikan tidak ada rencana pergantian terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati maupun Gubernur BI Perry Warjiyo.

Bantahan Langsung dari Parlemen

Prasetyo menyampaikan pernyataan itu di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Ia merespons isu yang beredar pada Kamis (4/6/2026) yang menyebut Istana sempat menimbang-nimbang opsi pergantian dua pejabat tersebut.

“Lho siapa yang mau mengganti? Nggak ada yang mau mengganti,” ujar Prasetyo tegas di hadapan awak media.

Prioritas Stabilitas, Bukan Rotasi

Mensesneg berkali-kali menegaskan bahwa rumor yang berkembang tidak berdasar. Menurutnya, fokus pemerintah saat ini bukan pada rotasi jabatan, melainkan pada penguatan tim ekonomi nasional.

“Justru harus kita perkuat,” katanya, merujuk pada peran Menkeu dan Gubernur BI.

Pernyataan ini keluar di saat tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan gejolak pasar keuangan global masih berlangsung. Pasar kerap menunggu sinyal konsistensi kebijakan fiskal dan moneter, sehingga isu pergantian pejabat di dua institusi tersebut kerap memicu volatilitas.

Isu yang Kembali Berhembus

Spekulasi soal perombakan kabinet, khususnya di kursi Menteri Keuangan dan Gubernur BI, bukan kali pertama muncul. Dalam beberapa bulan terakhir, isu serupa beberapa kali mencuat, terutama saat tekanan terhadap APBN dan cadangan devisa meningkat. Namun, setiap kali isu itu muncul, Istana selalu memberikan bantahan resmi.

Prasetyo memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki agenda untuk melakukan reshuffle di posisi strategis tersebut. “Saya pastikan tidak ada rencana pergantian,” ujarnya menutup pernyataan.

Implikasi bagi Perekonomian

Kepercayaan pasar terhadap konsistensi kebijakan ekonomi sangat bergantung pada stabilitas kepemimpinan di Kemenkeu dan BI. Bantahan resmi dari Mensesneg diharapkan dapat meredam spekulasi yang berpotensi mengganggu pasar keuangan. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah berkomitmen menjaga sinergi kebijakan fiskal dan moneter tanpa perubahan di tengah jalan.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: nasional.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top