BUKITTINGGI — Guru Bahasa Inggris di MAN 3 Pesisir Selatan itu menerima piagam penghargaan langsung dari panitia IMLF ke-4. Pemerintah Kota Bukittinggi turut mengundangnya secara khusus dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Taman Balaikota Bukittinggi. Sebelumnya, Meria juga baru saja menerima penghargaan sebagai penulis dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Hingga kini, Meria telah menerbitkan 10 buku solo dan berkontribusi dalam lebih dari 100 buku antologi. Ia dikenal luas sebagai founder Komunitas Menulis Bersama (KMB), sebuah wadah yang ia dirikan untuk mendorong minat baca dan tulis di kalangan generasi muda.
“Kecintaan saya pada dunia literasi didorong oleh harapan agar generasi muda semakin gemar membaca dan menulis. Kami meyakini bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” ujar Meria dalam siaran pers yang diterima, Minggu (7/6/2026).
Di sela tugasnya sebagai pengajar, Meria saat ini tengah menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Negeri Padang (UNP). Meski padat, ia tetap aktif menggerakkan kegiatan literasi melalui komunitas dan rumah baca yang didirikannya di Pesisir Selatan.
“Semoga semakin banyak generasi Minangkabau yang mencintai buku, gemar membaca, dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan membaca, kita membuka jendela dunia dan memperluas wawasan,” ungkapnya.
International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 tahun ini bertepatan dengan perayaan satu abad Jam Gadang, ikon Kota Bukittinggi. Ajang tersebut menjadi momentum bagi pegiat literasi dari berbagai daerah untuk bertukar gagasan dan mendapat apresiasi atas karya mereka.
Penghargaan Penulis Prolifik Satupena Sumbar 2026 yang diterima Meria Fitriwati menjadi bukti bahwa dedikasi panjang dalam dunia literasi mendapat tempat di tengah hiruk-pikuk perayaan budaya Minangkabau. Ia berharap geliat literasi di Sumatera Barat terus berkembang dan diminati generasi muda.