SUMATERA BARAT — Tuchel terlihat membentak Spence dengan instruksi tegas "bangun" saat sesi latihan jelang laga kedua Piala Dunia melawan Ghana, Selasa (21:00 BST). Momen ini diakui langsung oleh striker Aston Villa, Ollie Watkins, yang mengaku nyaris menjadi korban berikutnya.
"Beruntung itu bukan saya. Saya melakukan kesalahan sebelum Djed, tapi dia akhirnya membentak Djed," kata Watkins di basecamp tim di Kansas City. "Itu menunjukkan dia adalah pemenang dan selalu mendorong standar, memastikan kami tetap fokus."
Watkins menambahkan bahwa Tuchel adalah sosok yang sangat menuntut kualitas tinggi. "Itu yang Anda butuhkan ketika targetnya adalah memenangkan Piala Dunia. Dia sangat demanding, tapi di luar lapangan dia santai dan chilled," ujar Watkins.
Spence sendiri tak mempermasalahkan bentakan tersebut. Pemain berusia 25 tahun itu mengaku hanya melewatkan satu zona pergerakan dalam latihan. "Saya mungkin hanya melewatkan salah satu zona yang harus saya tuju, dan dia menyuruh saya bangun. Itu normal," kata Spence kepada BBC Radio 5 Live.
"Dia manajer elite, dia menuntut kualitas tertinggi dari pemain, dan kami juga ingin memberikan yang terbaik. Sangat wajar dalam sesi latihan," lanjut Spence yang masuk sebagai pemain pengganti di 10 menit akhir kemenangan 4-2 atas Kroasia.
Spence dipanggil ke skuad 26 pemain meski Tottenham sedang berjuang melawan degradasi. Tuchel menyukai fleksibilitas Spence yang bisa bermain di bek kiri dan kanan. Setelah Tino Livramento mundur karena cedera, Spence menjadi opsi cadangan utama di kedua sisi pertahanan.
"Saya rasa hubungan saya dengannya cukup baik. Dia sering bicara dengan saya sebelum dan sesudah latihan, mengingatkan apa yang harus saya lakukan, menit bermain saya, dan kualitas yang saya miliki," ujar Spence. "Saya bisa bilang hubungan saya dengannya baik, dan saya pikir dia manajer hebat."
Tuchel bukan pelatih sembarangan. Pria Jerman itu membawa Chelsea juara Liga Champions 2021, serta gelar liga bersama Paris Saint-Germain dan Bayern Munich. Reputasi sebagai pemenang inilah yang membuat para pemain menerima metode kerasnya tanpa protes. Inggris sendiri mengawali Piala Dunia dengan kemenangan meyakinkan 4-2 atas Kroasia.