Gubernur Mahyeldi Pimpin Aksi Subuh hingga Sepakat Perkuat Ketahanan Sosial Sumbar Bareng LKAAM dan Polda

Penulis: Bastian Sihombing  •  Senin, 22 Juni 2026 | 13:55:31 WIB
Gubernur Mahyeldi memimpin aksi damai usai salat Subuh untuk perkuat ketahanan sosial Sumbar.

PADANG — Ratusan orang bergerak dalam iringan damai dari kawasan masjid usai salat Subuh berjamaah. Mereka bukan sekadar berjalan kaki, melainkan membawa pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor di Sumatera Barat.

Gubernur Mahyeldi menyebut gerakan ini sebagai contoh nyata bagaimana seluruh unsur masyarakat bersatu menjaga nilai agama, adat, dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan Minangkabau.

“Alhamdulillah, kita melihat semangat kebersamaan yang sangat kuat dalam kegiatan ini. Pemerintah, aparat keamanan, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta masyarakat hadir dengan tujuan yang sama, yakni menjaga masa depan generasi kita dan memperkuat ketahanan sosial di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi di Padang.

Mengapa Aksi Ini Digelar di Hari Minggu?

Waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan akhir pekan bukan kebetulan. Pemerintah provinsi dan kepolisian sengaja memilih momen setelah ibadah Subuh berjamaah untuk melibatkan lebih banyak elemen masyarakat tanpa mengganggu aktivitas harian warga.

Menurut Mahyeldi, berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini memerlukan penanganan secara bersama-sama. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menjaga daerah tetap aman, harmonis, dan berkarakter.

Peran LKAAM: Mengawal Adat di Tengah Zaman

Gubernur memberikan apresiasi khusus kepada LKAAM Sumbar yang dinilai konsisten mengawal nilai-nilai adat Minangkabau di tengah perkembangan zaman. Sinergi antara lembaga adat, pemerintah, dan aparat penegak hukum disebut sebagai kekuatan besar dalam menjaga jati diri masyarakat Sumbar.

“Kita memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai-nilai itu harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kebersamaan seluruh unsur masyarakat, Insyaallah berbagai tantangan yang dihadapi dapat kita atasi bersama,” katanya.

Falsafah ini menjadi rujukan utama dalam setiap kebijakan sosial dan budaya di provinsi tersebut. Nilai-nilai itu pula yang diyakini mampu menjadi benteng dari degradasi moral dan pergeseran identitas lokal.

Penandatanganan Spanduk sebagai Komitmen Bersama

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan spanduk di Markas Polda Sumbar. Aksi simbolis ini menjadi bentuk komitmen seluruh pihak untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat dan menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal dan organisasi kemasyarakatan.

Mahyeldi berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan menjadi gerakan bersama dalam memperkuat persatuan masyarakat serta mendukung terwujudnya Sumatera Barat yang madani, unggul, dan berkeadaban.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: bentengsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top