RS UNAND dan Alumni FK Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 70 Anak Penyintas Banjir Bandang di Padang dan Solok

Penulis: Binsar Gultom  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 13:39:01 WIB
Anak-anak penyintas banjir bandang di Padang dan Solok mengikuti khitanan massal gratis dari RS UNAND dan Alumni FK.

PADANG — Sebanyak 70 anak penyintas banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di Sumatera Barat pada November 2025 lalu akhirnya bisa menjalani khitanan gratis. Program ini digagas Rumah Sakit Universitas Andalas (UNAND) bekerja sama dengan alumni Fakultas Kedokteran kampus tersebut.

Wakil Rektor II UNAND Hefrizal Handra menyatakan kegiatan ini merupakan wujud komitmen kampus dalam membantu masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. Selain di RS UNAND di Padang, khitanan massal serupa juga digelar untuk 70 anak lainnya di Nagari Cupak, Kabupaten Solok.

Target Utama: Anak-anak dari Wilayah Terdampak Banjir Bandang

Direktur RS UNAND Muhammad Riendra menegaskan bahwa sejak awal pihaknya memang menyasar anak-anak korban banjir bandang. Beberapa kecamatan di Sumbar mengalami kerusakan parah akibat bencana yang terjadi di penghujung tahun lalu.

"Target utama kita memang anak-anak penyintas banjir. Apalagi, terdapat beberapa kecamatan yang terkena bencana banjir bandang di akhir November 2025," kata Riendra di Padang, Rabu.

Bukan Sekadar Khitanan Massal, Ada Operasi Bibir Sumbing Juga

Rangkaian bakti sosial ini tidak berhenti pada khitanan massal. Sebelumnya, RS UNAND juga mengadakan operasi bibir sumbing dan langit-langit bagi warga yang membutuhkan. Semua program ini bagian dari perayaan Lustrum XIV atau Dies Natalis Ke-70 UNAND.

Hefrizal menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. UNAND tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi juga ingin meringankan beban warga yang terdampak bencana dan memiliki keterbatasan ekonomi.

Harapan ke Depan: Meringankan Beban Orang Tua di Tengah Pemulihan

Pihak rumah sakit berharap bantuan ini bisa mengurangi beban finansial orang tua yang masih dalam masa pemulihan pascabencana. Pemerintah bersama berbagai pihak saat ini terus berupaya memulihkan infrastruktur dan ekonomi di Ranah Minang.

"Kami ingin meringankan beban orang tua di tengah upaya pemerintah bersama berbagai pihak memulihkan infrastruktur dan ekonomi di Ranah Minang," ujar Riendra.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top