PADANG — Empat perlintasan sebidang dengan tingkat risiko tinggi di jalur kereta api Sumatera Barat kini terpasang spanduk imbauan keselamatan baru. Pemasangan oleh PT KAI Divre II Sumbar pada Selasa (23/6) itu merupakan bagian dari program berkelanjutan yang tahun ini telah mencapai 15 titik pemasangan.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan momentum libur sekolah menjadi pemicu utama penguatan sosialisasi. "Momentum libur sekolah biasanya diikuti dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat. Melalui pemasangan spanduk dan sosialisasi langsung di lapangan, kami ingin mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi rel kereta api," ujar Reza.
Keempat titik yang menjadi sasaran pemasangan spanduk tersebut tersebar di jalur Padang-Indarung. Berikut lokasinya:
Selain spanduk, KAI juga menggelar sosialisasi langsung di lapangan menggunakan pengeras suara dan membentangkan spanduk di titik strategis. Seluruh petugas terlebih dulu mengikuti briefing untuk memastikan pesan edukasi tersampaikan efektif.
Upaya preventif tidak berhenti pada media imbauan. KAI Divre II Sumbar juga menginstruksikan masinis untuk memperbanyak penggunaan Semboyan 35 (S35) saat melintasi perlintasan tidak dijaga. Semboyan ini berupa pembunyian suling panjang sebagai peringatan dini bagi pengguna jalan.
Di sisi lain, penutupan perlintasan liar secara bertahap terus dilakukan. Reza mengingatkan masyarakat agar tidak membuka kembali perlintasan yang sudah ditutup. "Selain melanggar ketentuan, tindakan tersebut sangat berisiko terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan," tegasnya.
Reza menekankan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya tugas operator. "Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Jangan memaksakan melintas ketika kereta api sudah mendekat," ujarnya.
Sepanjang tahun ini, KAI Divre II Sumbar juga telah menjalin koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan lain serta melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah. "Melalui pemasangan spanduk imbauan keselamatan dan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga tercipta budaya disiplin dan selamat di setiap perlintasan sebidang," tutup Reza.