SUMATERA BARAT — Peningkatan kualitas laba menjadi sorotan utama dalam RUPST Hutama Karya. Sepanjang 2025, laba usaha naik 10,2 persen, sementara laba sebelum pajak melesat 13,1 persen. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk bahkan melonjak hingga 20,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi fase transisi kritis bagi perusahaan. Sejumlah ruas JTTS yang sebelumnya dalam tahap konstruksi kini mulai beroperasi, mengubah komposisi pendapatan secara signifikan.
“Pada fase ini kami memprioritaskan efisiensi dan kualitas laba, sehingga laba bersih tetap tumbuh dan struktur permodalan kami semakin sehat. Inilah yang kami maksud dengan pertumbuhan yang berkualitas,” ujar Koentjoro dalam keterangan resmi.
Strategi efisiensi terbukti ampuh menekan beban keuangan. Total liabilitas perusahaan berhasil dipangkas 17,4 persen, sementara beban keuangan turun drastis hingga 24,5 persen. Di sisi lain, ekuitas terus menguat, memperkokoh kemampuan Hutama Karya mendanai proyek-proyek strategis jangka panjang.
Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun jaringan JTTS sepanjang sekitar 1.235 kilometer dan mengelola 14 ruas jalan tol strategis. Jaringan ini menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera dan Jawa.
Keberadaan JTTS memberikan dampak langsung ke masyarakat. Waktu tempuh dan biaya logistik terpangkas signifikan. Rest area tol membuka peluang usaha bagi UMKM melalui penyediaan tenant. Sektor pariwisata daerah juga terdorong berkat konektivitas yang semakin baik, sejalan dengan semangat “Sumatra Sudah Dekat.”
Melalui RUPST Tahun Buku 2025, Hutama Karya menegaskan komitmennya melanjutkan penyelesaian penugasan pembangunan JTTS. Perusahaan akan terus meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga disiplin pengelolaan keuangan.
“Setiap perbaikan fundamental keuangan kami terjemahkan menjadi nilai berkelanjutan bagi negara melalui penyelesaian infrastruktur strategis, kontribusi perpajakan, dan pengelolaan aset yang semakin produktif,” kata Koentjoro.
Dengan fundamental yang semakin solid, Hutama Karya optimistis pertumbuhan laba dan pengelolaan utang yang lebih sehat akan berlanjut di tahun-tahun mendatang.