Momen Hoyak Tabuik Piaman 2026 di Pariaman: Wamenbud Giring Ganesha Nyanyi hingga Tabuik Dibuang ke Laut

Penulis: Topan Lubis  •  Senin, 29 Juni 2026 | 14:51:31 WIB
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyanyikan lagu di puncak acara Hoyak Tabuik Piaman 2026.

PARIAMAN — Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat, pada Minggu (28/6/2026) untuk menyaksikan puncak acara Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026. Event tahunan yang masuk dalam daftar 125 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 itu tahun ini terasa spesial dengan kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha.

Tabuik Bukan Sekadar Tradisi, tapi Jiwa Pariaman

Dalam sambutannya, Giring Ganesha menekankan bahwa Tabuik merupakan identitas yang memadukan spiritualitas, seni, dan semangat gotong royong. Ia menilai tradisi ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang meyakini kebudayaan sebagai kekuatan besar bangsa, sehingga mendorong pembentukan Kementerian Kebudayaan RI.

"Kota Pariaman tidak hanya mempunyai kebudayaan yang luar biasa tetapi juga kulinernya. Kuliner ini insyaallah akan kita bawa dan lestarikan serta promosikan ke seluruh Indonesia," ujar Giring dalam sambutannya.

Wamenbud juga mendorong pemerintah daerah untuk terus berinvestasi di sektor kebudayaan. "Saya yakin ketika kebudayaan diinvestasi dampaknya pasti sangat luar biasa untuk pariwisata dan ekonomi kreatif serta kebahagian bagi warga Kota Pariaman," tegasnya.

Giring Ganesha Naik Panggung Hibur Pengunjung

Puncak acara semakin meriah saat Giring Ganesha naik ke panggung dan membawakan lagu-lagu andalannya. Kehadiran musisi yang kini menjabat sebagai Wamenbud itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang sudah menunggu sejak siang. Usai bernyanyi, prosesi adat dilanjutkan dengan pembuangan Tabuik ke laut.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy menyebut bahwa meskipun luas Kota Pariaman tidak terlalu besar, namanya sudah mendunia berkat tradisi Tabuik. Ia bersyukur event tahun ini dihadiri Wamenbud Giring, setelah tahun lalu dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon. "Ini menandakan pemerintah pusat tahu bahwa di Kota Pariaman ada budaya Tabuik," katanya.

Rangkaian Hari Jadi Pariaman ke-24 Masih Berlanjut

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengungkapkan bahwa Hoyak Tabuik merupakan pesta kebudayaan yang menjadi komoditas pariwisata daerah. Menurutnya, dukungan dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Pemprov Sumbar telah menghadirkan berbagai kegiatan seni, musik, tari, kuliner, hingga sport tourism yang meningkatkan pendapatan masyarakat.

Yota Balad juga mengingatkan bahwa sepekan ke depan merupakan momen spesial bagi Pariaman. Pada 2 Juli 2026, Kota Pariaman akan merayakan hari jadinya yang ke-24 tahun. "Pemko Pariaman mengadakan beberapa event di antaranya bazar UMKM, Tablig Akbar dan zikir bersama, makan bajamba, Pariaman Festival Band dan Hiburan Rakyat yang berlangsung dari 1 sampai 4 Juli 2026," jelasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk datang beramai-ramai ke Pariaman dan menyaksikan rangkaian acara tersebut. Yota juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, tokoh masyarakat, ninik mamak, tuo Tabuik, hingga seluruh warga yang terus melestarikan tradisi ini.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: padangtime.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top