PADANG — Kanwil Kemenhaj Sumatera Barat resmi menggagas gerakan haji muda yang menyasar peserta didik dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas. Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar M Rifki menyatakan program ini merupakan ikhtiar menyiapkan generasi yang siap menunaikan rukun Islam kelima di usia produktif.
Para pelajar diajak membuka rekening tabungan haji secara sukarela dan membiasakan menyisihkan sebagian kecil uang jajan. Menurut M Rifki, jika seorang pelajar mampu menyisihkan Rp2.000 setiap hari, dalam sebulan akan terkumpul sekitar Rp50.000 hingga Rp60.000.
"Nilainya mungkin terlihat kecil, tetapi kalau dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan akan menjadi bekal besar bagi anak-anak kita untuk mewujudkan cita-cita berangkat ke tanah suci," ujar M Rifki di Padang, Rabu.
Program ini diimplementasikan melalui kolaborasi dengan bank penerima setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan perbankan syariah. Pelajar yang mendaftar tidak dikenakan biaya pembukaan rekening.
M Rifki menegaskan gerakan haji muda bukanlah program yang membebani siswa, melainkan membangun kebiasaan baik melalui tabungan dengan nominal ringan. Dalam setahun, tabungan pelajar dapat mencapai sekitar Rp600.000.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyambut baik gagasan yang dicetuskan Kanwil Kemenhaj Sumbar. Program ini dinilai tidak hanya positif untuk memperkuat ekosistem haji tetapi juga memberikan manfaat lebih bagi Ranah Minang.
"Program ini berpeluang memberikan keuntungan positif bagi Sumatera Barat," ujar Mahyeldi.
Saat ini masa tunggu keberangkatan haji bagi pendaftar baru mencapai sekitar 26 tahun. Oleh karena itu, persiapan harus dimulai sejak dini dengan membiasakan anak-anak merencanakan perjalanan hajinya.