PADANG — Era digital bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi garis depan pertarungan nilai. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menekankan hal itu saat membuka Daurah Syar’iyyah Intensif di UPI Convention Center, Padang, Rabu (1/7/2026). Acara yang berlangsung hingga 3 Juli ini menghadirkan ulama dari Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Dr. Abdurrahman Sa’ad Al-‘Ushaimi, sebagai pemateri utama.
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, Ir. Edi Dharma Syafni, M.Si, yang mewakili Gubernur Sumbar, menyebut tantangan dakwah hari ini jauh lebih berat dibanding masa lalu. “Kita berada di era digital, di mana informasi mengalir tanpa sekat. Di satu sisi, ini menjadi peluang besar bagi dakwah. Namun di sisi lain, apabila tidak diantisipasi, arus informasi negatif berpotensi menggerus nilai-nilai moral generasi muda,” ujarnya dalam sambutan.
Pemerintah tidak ingin dakwah hanya berputar di mimbar dan pengajian terbatas. Para dai diminta hadir di platform yang sama dengan generasi milenial dan Gen Z: media sosial, kanal video, dan aplikasi pesan instan. Menurut Edi, dakwah digital bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis.
Dalam kesempatan itu, Edi juga mengingatkan bahwa profesi dai menyimpan potensi pahala jariyah yang luar biasa. “Ketika seorang dai mampu menggerakkan satu umat kembali ke jalan Allah, maka aliran pahala kebaikan dari umat tersebut akan terus mengalir tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun,” katanya.
Ia menambahkan, para dai adalah garda terdepan dalam membentengi akidah dan akhlak umat. Karena itu, dakwah harus disajikan secara santun, menyejukkan, dan menjadi solusi atas persoalan umat, bukan dakwah yang memecah belah.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga meminta Yayasan Dar El Iman dan jaringan dai untuk bermitra dalam mengatasi persoalan sosial konkret. Mulai dari penyalahgunaan narkoba, penyakit masyarakat, hingga pembinaan karakter generasi muda.
“Pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik dan infrastruktur. Pembangunan manusia juga harus berjalan seiring,” tegas Edi. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus menghidupkan falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
Daurah Syar’iyyah Intensif ini merupakan hasil sinergi antara Atase Agama Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, Yayasan Dar El Iman, dan Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang. Turut hadir dalam pembukaan Kepala Kantor Atase Agama Kedubes Arab Saudi untuk Indonesia Syaikh Barq Bin Abdullah Al-Amir, perwakilan Wali Kota Padang dr. Feri Mulyani Hamid, jajaran Polda Sumbar, serta ratusan peserta dari berbagai daerah di Sumatera dan sekitarnya.
Mengakhiri sambutannya, Edi Dharma Syafni secara resmi membuka kegiatan dengan mengucapkan basmalah. Ia berharap daurah ini melahirkan rekomendasi dan strategi dakwah yang bermanfaat bagi umat serta menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.