PADANG PARIAMAN — Sebanyak 50 peserta dari unsur Polri, Bhayangkari, dan PLN turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi teknis dan pendataan kebutuhan warga. Rombongan menyambangi langsung kediaman calon penerima bantuan guna melihat kondisi rumah serta kesiapan instalasi listrik.
Kehadiran rombongan disambut antusias warga setempat. Bagi mereka, program ini bukan hanya soal perbaikan fisik rumah, melainkan harapan baru untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan akses listrik yang aman.
Ny. Sari Djati Wiyoto Abadhy menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Bhayangkari bersama Polres Padang Pariaman dan PLN. "Kami berharap dapat meningkatkan kualitas hidup serta membawa terang bagi masa depan warga di Padang Pariaman," ujarnya di sela-sela survei.
Plt. Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari mengapresiasi dukungan PLN dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, keterlibatan PLN krusial untuk memastikan bantuan listrik gratis tidak hanya tersambung, tetapi juga aman secara teknis dan berkelanjutan.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, menyatakan komitmennya mendukung program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa kehadiran listrik berperan penting dalam menunjang aktivitas rumah tangga, pendidikan anak, hingga membuka peluang ekonomi bagi penerima manfaat.
"Melalui kolaborasi ini, bantuan listrik gratis dapat menjadi penerang sekaligus penyemangat bagi warga untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," kata Ajrun Karim.
Program ini diharapkan mempererat silaturahmi dan memperkuat kepedulian sosial antara Bhayangkari Sumbar, Polres Padang Pariaman, dan PLN. Kolaborasi ini menjadi bukti hadirnya negara dalam menggerakkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat, khususnya di daerah pedesaan yang membutuhkan perhatian lebih.
Bantuan bedah rumah dan listrik gratis tidak hanya menjadi dukungan bagi warga kurang mampu, tetapi juga simbol bahwa kepedulian yang dilakukan bersama mampu menghadirkan harapan baru.