10 Tempat Baca dan Toko Buku Paling Asyik di Sumatera Barat, dari Kafe Buku hingga Perpustakaan Tua

Penulis: Binsar Gultom  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 23:03:31 WIB
Perpustakaan Bung Hatta di Bukittinggi menyajikan koleksi literatur lokal dengan suasana tenang.

Jalan-jalan ke Sumatera Barat seringkali identik dengan nasi kapau atau Lembah Harau. Tapi bagi yang mencari ketenangan atau referensi bacaan, provinsi ini punya ekosistem literasi yang tak kalah menarik. Mulai dari kafe buku yang menyatu dengan kedai kopi hingga perpustakaan daerah yang menyimpan naskah kuno, semuanya bisa diakses dengan mudah. Berikut sepuluh tempat yang layak masuk daftar kunjunganmu.

1. Perpustakaan Bung Hatta – Bukittinggi

Berlokasi di Jalan Bung Hatta, tepat di pusat Kota Bukittinggi, perpustakaan ini bukan sekadar tempat membaca. Bangunannya bergaya kolonial Belanda yang diresmikan sebagai perpustakaan daerah sejak 1980-an. Koleksinya mencakup literatur lokal tentang adat Minangkabau hingga buku-buku sastra kontemporer.

Jam buka setiap hari kerja pukul 08.00–16.00 WIB. Akhir pekan buka setengah hari. Tidak ada biaya masuk, cukup registrasi pengunjung di meja depan. Tempat ini sepi di pagi hari, cocok untuk kamu yang butuh konsentrasi penuh.

2. Toko Buku Togamas – Padang

Di Jalan Perintis Kemerdekaan, Togamas menjadi salah satu toko buku terbesar di Sumatera Barat. Dua lantai penuh rak buku dengan kategori lengkap, dari novel best-seller hingga buku teknik. Harga buku di sini bersaing dengan diskon 10–20 persen untuk anggota.

Buka setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB. Tersedia area baca lesehan di lantai dua. Banyak mahasiswa dari Universitas Andalas dan UNP yang nongkrong di sini sambil mengerjakan tugas. Parkir motor dan mobil cukup luas, tapi akhir pekan relatif padat.

3. Kafe Buku Djamoe – Padang

Konsep kafe buku pertama di Padang, berlokasi di Jalan Samudera. Kafe ini menyediakan rak buku yang bisa dibaca gratis sambil menikmati kopi susu gula aren atau teh tarik. Koleksinya didominasi buku bekas dan novel indie. Harga minuman mulai Rp15.000–Rp30.000.

Buka pukul 10.00–22.00 WIB. Tempat ini ramai pada sore hari. Pemiliknya, seorang kolektor buku tua, sering mengadakan diskusi sastra setiap Sabtu malam. Kamu bisa membeli buku bekas dengan harga Rp10.000–Rp50.000 tergantung kondisi.

4. Perpustakaan Umum Kota Sawahlunto

Terletak di kompleks bekas kantor tambang batubara Ombilin, perpustakaan ini menyimpan koleksi langka tentang sejarah pertambangan abad ke-19. Bangunannya masuk dalam kawasan warisan dunia UNESCO. Akses dari pusat Kota Sawahlunto hanya lima menit jalan kaki.

Buka Senin–Jumat pukul 08.00–15.00 WIB. Gratis. Pustakawan di sini, Pak Risman, bisa memberikan tur singkat tentang sejarah bangunan. Tidak ada kafe di dalam, tapi beberapa warung kopi tradisional berjarak 100 meter dari lokasi.

5. Toko Buku Gramedia – Padang dan Bukittinggi

Gramedia memiliki dua cabang utama di Sumatera Barat. Cabang Padang di Jalan Pasar Baru buka 24 jam untuk area tertentu. Cabang Bukittinggi di Jalan Ahmad Yani buka pukul 09.00–21.00 WIB. Keduanya menyediakan stok buku pelajaran, novel, dan alat tulis.

Diskon anggota Gramedia biasanya 10 persen untuk buku non-fiksi. Cabang Padang lebih ramai pada malam hari karena banyak pekerja kantoran yang mampir sepulang kerja. Tersedia toilet dan musala di dalam mal.

6. Taman Baca Masyarakat (TBM) Lubuk Alung

Terletak di Nagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, TBM ini didirikan oleh komunitas pemuda setempat pada 2020. Koleksinya terbatas, sekitar 500 buku, tapi suasananya asri karena berada di pinggir sawah. Banyak anak-anak desa yang belajar di sini setiap sore.

Buka pukul 14.00–17.00 WIB. Tidak ada biaya. Kamu bisa datang untuk donasi buku atau sekadar membaca. Dari pusat Kota Padang, perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit dengan kendaraan pribadi.

7. Pojok Baca Digital – Bandara Internasional Minangkabau

Di area keberangkatan Bandara BIM, tersedia pojok baca digital dengan tablet dan buku fisik. Koleksinya ringan: majalah, komik, dan novel populer. Tempat ini gratis untuk penumpang yang menunggu penerbangan. Buka 24 jam mengikuti jadwal bandara.

Banyak wisatawan yang memanfaatkan fasilitas ini untuk mengisi waktu luang. Tidak ada staf khusus, pengunjung bisa membaca dan mengembalikan buku ke rak. Pojok baca ini dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat.

8. Perpustakaan Keliling – Kota Padang Panjang

Dinas Perpustakaan Kota Padang Panjang mengoperasikan mobil perpustakaan keliling yang berhenti di 10 titik setiap minggu. Jadwalnya diumumkan melalui Instagram @dispusip.padangpanjang. Koleksinya beragam, dari buku anak hingga resep masakan Minang.

Layanan gratis. Mobil biasanya berhenti di Pasar Padang Panjang pada hari Sabtu pukul 09.00–12.00 WIB. Cocok untuk keluarga dengan anak kecil karena ada buku bergambar dan puzzle.

9. Rumah Baca Nagari – Solok Selatan

Di Nagari Lubuk Gadang, Solok Selatan, rumah baca ini didirikan oleh alumni Universitas Negeri Padang pada 2022. Bangunannya terbuat dari bambu, berdiri di atas lahan wakaf. Koleksinya sekitar 1.500 buku, mayoritas literatur pertanian dan kewirausahaan.

Buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB. Gratis. Dari pusat Kota Solok, perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan motor. Tempat ini sering digunakan untuk pelatihan menulis dan diskusi komunitas.

10. Kafe Baca dan Kopi – Payakumbuh

Di Jalan Imam Bonjol, Payakumbuh, kafe ini menggabungkan area baca dengan kedai kopi tradisional. Koleksi bukunya terbatas, sekitar 200 eksemplar, tapi semuanya bekas dan bisa dibeli. Harga kopi hitam mulai Rp10.000. Buka pukul 08.00–18.00 WIB.

Pemiliknya, seorang pensiunan guru, sering bercerita tentang sejarah Payakumbuh kepada pengunjung. Tempat ini sepi pada siang hari, cocok untuk membaca sambil menikmati angin sepoi dari jendela kayu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah perpustakaan di Sumatera Barat buka pada hari libur nasional?
Sebagian besar perpustakaan daerah tutup pada hari libur nasional. Pengecualian untuk pojok baca di Bandara BIM yang buka 24 jam setiap hari.

Berapa biaya masuk ke perpustakaan umum di Sumatera Barat?
Semua perpustakaan umum yang disebutkan di atas gratis. Hanya toko buku dan kafe yang memungut biaya untuk pembelian buku atau minuman.

Tempat baca mana yang paling ramah untuk anak-anak?
Perpustakaan keliling Padang Panjang dan TBM Lubuk Alung paling ramah anak karena memiliki koleksi buku bergambar dan area bermain sederhana.

Apakah ada perpustakaan yang buka 24 jam di Sumatera Barat?
Gramedia cabang Padang di Jalan Pasar Baru buka 24 jam untuk area tertentu, tapi perpustakaan murni belum ada yang buka penuh 24 jam.

Bagaimana cara mendonasikan buku ke TBM di Sumatera Barat?
Kamu bisa menghubungi akun Instagram resmi TBM atau datang langsung ke lokasi. Buku bekas dalam kondisi baik sangat diterima, terutama buku anak dan literatur lokal.

Dari perpustakaan bersejarah di Sawahlunto hingga kafe buku di Padang, Sumatera Barat menawarkan pengalaman literasi yang tak terduga. Tidak perlu jadi akademisi untuk menikmatinya—cukup datang, duduk, dan membaca. Beberapa tempat bahkan menyediakan kopi gratis untuk pengunjung yang membawa buku sendiri. Jadi, kapan kamu mulai menjelajah?

Reporter: Binsar Gultom
Back to top