PADANG — Genangan air setinggi 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter memaksa ratusan warga di Kota Padang bertahan di lantai dua rumah masing-masing. Kondisi ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda sejak Senin (3/8) sore, menyebabkan luapan sungai membawa material air dan lumpur ke pemukiman.
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang langsung merespons dengan mengerahkan 300 personel ke titik-titik terdampak. Mereka tidak hanya bertugas mengatur arus lalu lintas di ruas jalan yang lumpuh, tetapi juga turun ke lapangan membantu evakuasi warga yang terjebak.
Lima kecamatan dengan dampak signifikan menjadi fokus utama pengerahan personel, yakni Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, Pauh, dan Padang Utara. Di lokasi-lokasi ini, sebagian warga tidak bisa keluar dari kediaman karena dihadang genangan air.
Untuk mempercepat proses penyelamatan, Polresta Padang menurunkan satu unit perahu karet dan dua unit perahu kano. Peralatan ini digunakan untuk menjangkau warga yang terisolasi di dalam rumah, terutama kelompok rentan.
"Personel Polresta Padang diturunkan ke lokasi untuk membantu penanganan banjir dan menyelamatkan masyarakat," kata perwakilan Polresta Padang yang ikut turun langsung ke lokasi pada Senin malam.
Instruksi tegas diberikan kepada seluruh personel di lapangan agar menjadikan keselamatan dan keamanan warga sebagai prioritas utama. Proses evakuasi difokuskan pada kelompok lanjut usia, anak-anak, perempuan, dan mereka yang paling rentan terhadap bahaya banjir.
Selain evakuasi, personel gabungan juga bergotong-royong dengan warga setempat untuk menangani pohon tumbang yang berpotensi membahayakan. Sebagian personel lainnya ditempatkan di ruas-ruas jalan utama untuk melakukan pengaturan lalu lintas, mengingat sejumlah akses jalan dilaporkan lumpuh akibat genangan.
Hingga Senin malam, personel Polresta Padang masih bertahan di lokasi banjir. Mereka berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk memastikan situasi tetap kondusif dan proses penanganan bencana berjalan lancar.
Keberadaan personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga yang mengungsi maupun mereka yang memilih bertahan di rumah. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi pascabanjir.