PADANG — Genangan dengan ketinggian lebih dari satu meter memaksa ratusan warga di Kota Padang meninggalkan rumah mereka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat mencatat sedikitnya 15 titik banjir tersebar di kota tersebut, dengan kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah.
Arus air yang deras membuat petugas gabungan kewalahan. Warga lanjut usia, anak-anak, hingga warga yang sedang sakit harus digendong satu per satu untuk melewati genangan menuju tempat aman.
Banjir tidak hanya melumpuhkan permukiman, tetapi juga fasilitas kesehatan. Air dilaporkan memasuki lingkungan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah di kawasan By Pass dan RSUD dr. Rasidin Padang.
Genangan yang masuk ke area rumah sakit sempat menghambat aktivitas pelayanan terhadap pasien dan tenaga kesehatan. Belum ada laporan resmi mengenai gangguan total operasional, namun petugas di lapangan masih berupaya memastikan akses pasien tetap terbuka.
Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menyatakan timnya masih fokus pada penyelamatan jiwa. Pendataan jumlah rumah dan fasilitas umum yang rusak belum bisa dilakukan karena seluruh personel dikerahkan ke lokasi evakuasi.
"Di Kota Padang terdapat sekitar 15 titik banjir yang sedang dilakukan proses evakuasi. Selain itu, banjir juga terjadi di kawasan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, serta sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman," ujar Ilham.
Cuaca ekstrem yang memicu banjir kali ini juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa wilayah. BPBD masih menunggu laporan lengkap dari petugas di lapangan untuk memetakan total dampak bencana.
BPBD Sumatera Barat mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan daerah aliran sungai untuk segera mengungsi jika debit air terus meningkat. Imbauan ini dikeluarkan menyusul prakiraan cuaca yang menyebut potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan diri bertahan di rumah saat kondisi air mulai membahayakan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih bersiaga di titik-titik pengungsian.