AGAM — Peristiwa ini bermula saat Syafrida terlihat berjalan kaki seorang diri pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 05.36 WIB. Saat itu, ia mengenakan gamis berwarna hitam kehijauan dan berjalan ke arah Jorong Batang Silasiah, Tabek Gadang.
Seorang warga setempat sempat mengingatkan korban agar tidak melanjutkan perjalanan menuju kawasan hutan. Namun, Syafrida tetap melanjutkan langkahnya dan tidak kunjung kembali ke rumah hingga akhirnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.
Menerima laporan tersebut, Tim Rescuer Pos SAR 50 Kota langsung bergerak menuju lokasi pada Kamis (6/8/2026) pukul 10.10 WIB dengan menerjunkan lima personel. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 11.15 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur gabungan lainnya sebelum memulai pencarian.
Pencarian terfokus di sekitar titik terakhir korban terlihat. Beruntung, upaya pencarian tidak berlangsung lama. Syafrida ditemukan dalam keadaan selamat di titik koordinat 0°20'42" LS – 100°26'47" BT.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, membenarkan kabar penemuan tersebut. Ia menyebut korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
"Korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Lasi untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan," ungkap Abdul Malik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi detail kesehatan Syafrida setelah menjalani pemeriksaan di puskesmas. Tim SAR bersama unsur gabungan masih melakukan pendampingan terhadap keluarga korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi keluarga dengan lansia di Sumatera Barat untuk lebih waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat kawasan hutan atau area terpencil. Pengawasan ekstra diperlukan mengingat kondisi fisik dan orientasi lansia yang kerap menurun.
Keberhasilan tim SAR menemukan korban dalam waktu relatif singkat juga menunjukkan pentingnya pelaporan cepat ke pihak berwenang. Setiap jam sangat berharga dalam operasi pencarian orang hilang, khususnya di medan yang sulit seperti perbukitan Canduang.