SUMATERA BARAT — Memiliki mobil bukan cuma soal berhasil membawanya pulang dari dealer. Biaya perawatan berkala adalah "hutang" yang harus dibayar di masa depan, dan seringkali jadi penyesalan jika tidak dihitung dari awal. Suzuki memastikan lini produknya, termasuk XL7 Hybrid, dirancang agar biaya operasionalnya bersahabat.
"Kami percaya bahwa pengalaman berkendara yang menyenangkan harus sejalan dengan kemudahan perawatan harian, sehingga Suzuki terus merancang kendaraan yang andal, efisien, dan fungsional agar dapat mendukung mobilitas konsumen dengan biaya operasional yang bersahabat," ujar Dept. Head of 4W Sales PT SIS, Randy R. Murdoko.
Kabar baik untuk pemilik baru, servis di 1.000 km pertama atau servis perdana tidak dipungut biaya alias gratis. Jangan bayangkan servis gratis ini asal-asalan. Suzuki mengklaim pemeriksaan di tahap ini sangat detail, melibatkan alat diagnostik khusus.
Pengecekan menggunakan intelligent battery tester dan intelligent Suzuki Smart Diagnostic-II untuk memastikan seluruh sistem kelistrikan dan performa mesin sesuai standar pabrik. Ini sekaligus mengaktifkan jaminan garansi kendaraan Anda hingga 100.000 km atau 3 tahun, mana yang tercapai lebih dahulu.
Ada 23 item yang diperiksa pada servis pertama ini, mulai dari hal sepele seperti klakson, lampu, dan wiper, hingga komponen vital seperti kondisi baterai, kebocoran mesin dan transmisi, minyak rem, hingga kondisi drive shaft dan shock breaker. Semua dipastikan dalam kondisi prima.
Setelah servis gratis pertama, Anda akan memasuki periode servis berkala kelipatan 5.000 km, yang jatuh di bulan ke-9, 15, 21, atau 27 kepemilikan. Pada tahap ini, pemilik wajib merogoh kocek untuk biaya servis. Berdasarkan data estimasi Suzuki, total biaya yang perlu disiapkan adalah Rp 666.900.
Dana tersebut sudah termasuk biaya jasa, oli mesin, dan filter oli. Berikut rinciannya:
Pada servis 5.000 km ini, selain mengganti oli mesin dan gasket, teknisi juga akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada 23 item yang sama seperti servis pertama. Jadi, biaya yang Anda keluarkan sudah termasuk memastikan seluruh komponen mobil tetap sehat dan aman.
Dari rincian biaya di atas, ada beberapa catatan penting. Pertama, biaya servis berkala XL7 Hybrid terbilang kompetitif di kelasnya. Dengan total kurang dari Rp 700 ribu untuk interval 5.000 km, ini masih masuk akal untuk sebuah mobil low SUV 7-seater dengan teknologi hybrid.
Kedua, perhatikan bahwa biaya yang disebutkan adalah estimasi dari paket servis standar. Biaya bisa membengkak jika ditemukan komponen yang perlu diganti di luar paket standar, seperti kampas rem atau filter udara. Pastikan bengkel selalu menunjukkan bagian mana yang perlu diganti dan mana yang masih layak pakai.
Ketiga, interval servis dihitung berdasarkan kilometer atau bulan, mana yang tercapai lebih dahulu. Jika pemakaian mobil Anda rendah, jangan lupa tetap datang ke bengkel sesuai jadwal bulanan agar garansi tetap berlaku. Konsistensi perawatan ini juga yang menjaga nilai jual kembali XL7 Hybrid tetap tinggi di pasar mobil bekas.