PADANG PANJANG — Sebanyak 228 siswa madrasah dan santri pondok pesantren dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat menjadi kontingen terbesar dari unsur pendidikan keagamaan pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka 2026. Mereka tergabung dalam Kontingen Kwarda 03 Sumbar yang berjumlah 624 orang dan akan berangkat ke Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, pada 13–20 Agustus 2026.
Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Ketua Kwarda 03 Sumbar, Audy Joinaldy, di Balai Kota Padang Panjang, Senin (10/8/2026). Upacara tersebut turut dihadiri Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Wakil Wali Kota, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, serta jajaran Kemenag Sumbar.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar, Mustafa, menyebut angka 228 peserta ini sebagai jumlah yang signifikan. Ia menilai keterlibatan tersebut menunjukkan perkembangan pesat kegiatan kepramukaan di lingkungan pendidikan keagamaan.
"Untuk Jamnas kali ini, siswa madrasah dan pondok pesantren dari berbagai Kwarcab ikut ambil bagian. Totalnya 228 peserta dan ini jumlah yang cukup besar," ujar Mustafa dalam keterangannya.
Para peserta berasal dari gugus depan yang berpangkalan di berbagai satuan pendidikan di bawah naungan madrasah dan pondok pesantren. Mereka akan bergabung dengan anggota kontingen lain dari gugus depan sekolah umum di Sumbar.
Mustafa menegaskan bahwa penguatan kegiatan ekstrakurikuler ini menjadi prioritas di tengah kekhawatiran akan dampak negatif kemajuan zaman. Ia menyebut pergaulan bebas dan pengaruh media menjadi perhatian serius bagi pihaknya.
"Kita sangat khawatir dengan berbagai kejadian yang menimpa anak-anak remaja saat ini. Pergaulan dan pengaruh media juga menjadi perhatian kita," katanya.
Menurut Mustafa, pramuka bukan sekadar kegiatan tambahan di luar jam pelajaran. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi peserta didik untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian.
"Dengan adanya pramuka, kami yakin ini menjadi salah satu sarana agar anak-anak kita terhindar dari berbagai dampak negatif kemajuan zaman," tegasnya.
Mustafa mengapresiasi peran Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Tangusli dan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkins) Joben. Keduanya dinilai aktif mendorong pengembangan pramuka di lingkungan pendidikan Kemenag.
Apresiasi juga disampaikan kepada Kwarda 03 Sumbar yang selama ini memberikan dukungan dan masukan bagi pengembangan kegiatan kepramukaan di madrasah dan pondok pesantren. Mustafa berharap kolaborasi ini terus berlanjut.
"Kita berharap kegiatan ekstrakurikuler pramuka ini terus dilanjutkan dan dikembangkan di madrasah dan pondok pesantren," katanya.
Mustafa juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, pimpinan madrasah, pimpinan pondok pesantren, serta para pembina pendamping. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian Jamnas dengan baik dan mengharumkan nama Sumatera Barat.
Keikutsertaan 228 peserta dari madrasah dan pondok pesantren ini menjadi bagian dari kiprah pendidikan keagamaan Sumatera Barat dalam kegiatan kepanduan tingkat nasional. Kontingen Sumbar selanjutnya bertolak menuju Cibubur untuk mengikuti rangkaian Jamnas XII yang berlangsung selama delapan hari.