Polres Padang Panjang Ikut Tanam Pohon di Taman Wisata Alam Megamendung, Kolaborasi Lintas Instansi Pulihkan Ekosistem

Penulis: Ronal Siregar  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:52:01 WIB
Polres Padang Panjang menanam ratusan bibit pohon di Taman Wisata Alam Megamendung, Tanah Datar, Senin (10/8/2026).

PADANG PANJANG — Ratusan bibit pohon ditanam di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Megamendung, Batang Anai, Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini merupakan bagian dari Gerakan Pemulihan Ekosistem yang diinisiasi BKSDA Sumatera Barat.

Polres Padang Panjang hadir dalam aksi tersebut. Kasat Reskrim IPTU Ronald Hidayat, S.H., M.H., datang mewakili Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K. Kehadiran aparat penegak hukum ini menegaskan bahwa isu lingkungan bukan hanya domain instansi teknis semata.

Sinergi Lintas Instansi untuk Keberlanjutan Hutan

"Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Diperlukan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, instansi terkait dan masyarakat untuk menjaga kawasan hutan serta lingkungan agar tetap lestari," ujar Ronald di lokasi kegiatan.

Menurut dia, pemulihan ekosistem tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kata kunci agar upaya ini memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Kegiatan ini melibatkan banyak pihak. Selain Polres Padang Panjang dan BKSDA Sumatera Barat, hadir pula Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, serta Kodim 0307/Tanah Datar.

Unsur pemerintah kabupaten juga tak ketinggalan. Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar, PLN UPT Padang, Manajer Utama Karya Infrastruktur Sumatera Barat, Wali Nagari Singgalang, serta Ketua KAN Nagari Singgalang turut ambil bagian. Staf BKSDA Sumatera Barat juga hadir mendampingi jalannya kegiatan.

Manfaat Jangka Panjang bagi Generasi Berikutnya

Ronald menekankan bahwa penanaman pohon bukan sekadar seremonial. Ia berharap tanaman yang tumbuh di kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem bagi generasi berikutnya.

"Manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini," kata Ronald.

Ia juga mengingatkan soal perawatan pasca-penanaman. Menurut dia, keberhasilan gerakan pemulihan ekosistem tidak cukup diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlangsungan hidup tanaman tersebut.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diikuti dengan kepedulian untuk merawat tanaman yang telah ditanam," ujarnya.

Perawatan Jadi Kunci Keberhasilan Pemulihan

Gerakan Pemulihan Ekosistem ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman hari ini. Pemeliharaan tanaman dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar kawasan hutan tetap terjaga dan fungsi ekologisnya dapat dipulihkan.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: beritamerdekaonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top