SUMATERA BARAT — Maxsun, produsen asal China yang sudah malang melintang sejak 2002, kembali menantang pasar motherboard global lewat Terminator B850M Pro II. Papan berformat Micro ATX ini dirancang untuk soket AM5, kompatibel dengan prosesor flagship terbaru seperti Ryzen 9 9950X3D hingga generasi mendatang. Dengan harga yang mengincar kelas entry-level, apakah papan ini mampu bersaing di tengah gempuran merek-merek besar?
Sayangnya, isi kotak penjualan sangat minim. Hanya ada dua kabel SATA, antena Wi-Fi, dan kartu garansi. Tidak ada stiker atau aksesori tambahan yang biasa diberikan merek lain.
Terminator B850M Pro II hadir dengan PCB hitam 8 lapis dan heatsink besar yang menutupi VRM, chipset, dan tiga slot M.2. Dua garis merah menyala di tengah heatsink menjadi satu-satunya aksen desain. Tidak ada lampu RGB terintegrasi, tapi tersedia dua header ARGB 3-pin jika kamu ingin menambahkan pencahayaan sendiri.
Untuk urusan konektivitas internal, papan ini menyediakan lima header kipas 4-pin, satu header USB-C 10 Gbps, satu header USB 3.2 Gen 1, dan dua header USB 2.0. Ketiadaan header USB 20 Gbps terasa janggal di kelas harga ini, mengingat port belakangnya pun hanya mentok di 10 Gbps.
Hasil benchmark menunjukkan performa yang beragam. Pada pengujian sintetis seperti Cinebench R24 dan POV-Ray, skor multi-thread-nya menjadi yang terendah di antara motherboard B850 lain, meski selisihnya hanya beberapa persen. Namun, untuk urusan gaming, papan ini justru tampil solid. Di Cyberpunk 2077 dan F1 24, hasilnya sedikit di atas rata-rata.
Hal yang menarik justru datang dari efisiensi daya. Konsumsi daya saat stres test hanya 245W, lebih rendah dari kebanyakan kompetitor. Suhu VRM juga terkendali di angka 55 derajat Celcius, aman untuk penggunaan harian dengan prosesor bertenaga tinggi.
Maxsun merombak total tampilan BIOS-nya dengan antarmuka bergaya mobile yang lebih modern. Mode Easy menampilkan informasi penting seperti suhu, kecepatan kipas, dan prioritas boot dalam kartu-kartu modul. Mode Advanced menyediakan opsi tweaking seperti PBO dan pengaturan memori lengkap.
Sayangnya, dukungan software di Windows sangat minim. Satu-satunya aplikasi yang tersedia adalah Maxsun Sync 2 untuk kontrol RGB. Tidak ada aplikasi untuk monitoring suhu, kontrol kipas, atau overclocking dari sistem operasi. Semua pengaturan harus dilakukan lewat BIOS, sebuah kekurangan besar dibanding ekosistem software Asus, MSI, atau Gigabyte.
Maxsun Terminator B850M Pro II adalah motherboard kompeten dengan fitur lengkap di atas kertas. Dukungan dua slot M.2 PCIe 5.0 dan Wi-Fi 7 menjadi nilai jual utama di kelas Micro ATX. Namun, performa default yang kurang impresif dan minimnya ekosistem software membuatnya sulit direkomendasikan.
Masalah terbesar justru ada di harga. Di Amazon, papan ini dijual US$229 (sekitar Rp 3,8 juta), sementara di Alibaba mencapai US$243,76 (sekitar Rp 4 juta). Di rentang harga tersebut, kamu bisa mendapatkan MSI MAG B850M Mortar WiFi di US$199,99 atau ASRock B850M Steel Legend yang lebih murah di US$149,99 (sekitar Rp 2,5 juta) dengan fitur serupa dan dukungan software lebih matang. Terminator B850M Pro II baru masuk akal jika kamu menemukannya di harga MSRP resmi.