FEB UNP Bekali 40 Ibu Majelis Taklim di Padang Sarai Kelola Keuangan Syariah, Tekan Jeratan Rentenir

Penulis: Maruli Sinaga  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:17:31 WIB
Ibu-ibu Majelis Taklim mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan syariah di Masjid Ukhuwah, Padang Sarai, Padang, Sabtu (15/8).

PADANG — Puluhan ibu-ibu Majelis Taklim di Masjid Ukhuwah, Komplek Perumahan Mega Permai 1, Padang Sarai, mendapat pelatihan intensif pengelolaan keuangan berbasis prinsip syariah, Sabtu (15/8). Mereka tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga praktik menyusun anggaran rumah tangga dan memilah sumber pembiayaan yang aman.

Kegiatan bertajuk "Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah berbasis Perilaku bagi Majelis Taklim" ini digagas oleh Program Studi Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNP melalui skema Program Integrasi Prodi dan Nagari. Sasaran utamanya adalah ibu rumah tangga yang selama ini memegang kendali keuangan keluarga sekaligus mengelola usaha mikro.

Ibu Rumah Tangga Garda Terdepan Ketahanan Ekonomi Keluarga

Ketua Program Studi Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNP, Dr Muhammad Irfan, menilai posisi ibu-ibu Majelis Taklim sangat strategis. Mereka adalah pengelola utama keuangan rumah tangga dan sebagian juga menjalankan usaha kecil dari rumah.

"Pengetahuan saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana prinsip ekonomi dan keuangan Islam itu dipraktikkan dalam kehidupan keluarga dan usaha," ujarnya di sela kegiatan.

Menurut Irfan, ketahanan keluarga sangat ditentukan oleh ketahanan ekonomi. Namun, hal itu tidak semata-mata diukur dari besarnya pendapatan, melainkan dari cara mengelolanya. Kemampuan menyusun prioritas, mencatat pengeluaran, dan merencanakan kebutuhan menjadi kunci agar keuangan keluarga tetap sehat dan membawa keberkahan.

Mengenal Akad Syariah dan Alternatif Pembiayaan Koperasi

Peserta diajak mendalami prinsip Islam dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran oleh Ustadz Zulfi Akmal. Materi menekankan cara membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mempertimbangkan pilihan akad dalam ekonomi Islam saat keluarga membutuhkan pembiayaan.

Pengurus Koperasi Majelis Taklim, Dewi Chandra, memperkenalkan koperasi sebagai alternatif sumber pembiayaan berbasis komunitas. Keberadaan koperasi dinilai mampu memperkuat kemandirian ekonomi anggota dan menekan ketergantungan pada rentenir maupun pinjaman daring berbasis bunga.

Praktik Menyusun Anggaran untuk Usaha Mikro

Perencana keuangan keluarga, Dr Khadijah At Thahira, memandu peserta mempraktikkan perencanaan keuangan sederhana. Mereka belajar mencatat pemasukan dan pengeluaran, menentukan prioritas, serta memisahkan keuangan rumah tangga dari modal usaha.

Kebiasaan mencatat ini penting bagi pelaku usaha mikro. Dengan pencatatan yang rapi, pelaku usaha dapat mengetahui perkembangan usahanya, menjaga modal, dan merencanakan penggunaan keuntungan secara lebih terarah.

Kegiatan ini menegaskan bahwa literasi keuangan syariah bukan sekadar upaya menghindari masalah, tetapi fondasi untuk membangun ekonomi keluarga yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Keluarga dengan perencanaan matang akan lebih siap menghadapi kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga keadaan darurat.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top