SUMATERA BARAT — Uji jalan ini dilakukan oleh tim SINDOnews pada momen libur Hari Kemerdekaan. Titik start berada di kantor SINDOnews, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, menuju Sentul City, Bogor, lalu kembali ke titik awal. Total jarak tempuh tercatat sekitar 120 kilometer dengan kondisi lalu lintas campuran—macet khas ibu kota di sebagian perjalanan dan jalur bebas hambatan saat keluar-masuk Sentul.
Penurunan indikator baterai sebesar 18 persen untuk jarak 120 km adalah angka yang impresif. Secara hitungan sederhana, jika 18 persen setara dengan 120 km, maka estimasi total jarak tempuh dari kapasitas penuh bisa mencapai lebih dari 600 km dalam kondisi yang sama.
Namun, angka ini perlu dibaca dengan hati-hati. Rute yang dilalui disebut tidak terlalu ekstrem, artinya minim tanjakan panjang dan mungkin memanfaatkan momentum jalan menurun untuk mengisi daya lewat sistem regenerative braking. Kecepatan rata-rata juga kemungkinan besar berada di kisaran ekonomis untuk motor listrik, bukan terus-terusan throttle penuh.
Performa baterai sangat dipengaruhi oleh tiga faktor: gaya berkendara, topografi, dan beban. Pada rute Jakarta–Sentul, karakteristik jalannya cenderung bergelombang. Saat menanjak, motor akan menarik arus listrik besar; saat menurun, sistem pengereman regeneratif mengembalikan sebagian energi ke baterai.
Jika pengendara memanfaatkan engine braking dan tidak memacu motor di kecepatan tinggi, konsumsi daya bisa ditekan drastis. Hasil 18 persen ini kemungkinan besar adalah skenario terbaik (best case scenario), bukan angka konsumsi rata-rata untuk penggunaan harian yang agresif.
Uji ini baru satu kali perjalanan dengan kondisi tertentu. Belum ada data mengenai performa di kecepatan konstan tinggi (80–100 km/jam), tanjakan curam berkepanjangan, atau saat membawa beban berat. Faktor-faktor itu bisa mengubah angka konsumsi secara signifikan.
Selain itu, waktu pengisian daya dan ketersediaan infrastruktur charger di rute tersebut tidak dibahas dalam pengujian. Untuk pembeli potensial, ini justru informasi yang lebih krusial daripada sekadar angka efisiensi—karena motor listrik sehebat apapun tetap bergantung pada kemudahan mengisi ulang.
MGS5 EV menunjukkan efisiensi yang sulit dibantah pada pengujian pertama ini. Jika angka 18 persen untuk 120 km konsisten diulang pada berbagai kondisi, motor ini punya klaim jarak tempuh yang sangat kompetitif di kelasnya.
Namun, keputusan membeli sebaiknya tidak hanya berdasarkan satu kali uji jalan. Cari data tambahan soal daya tahan baterai dalam jangka panjang, biaya penggantian sel baterai, dan jaringan servis resmi. Untuk kebutuhan harian di perkotaan, hasil uji ini sudah cukup menggoda—tapi untuk pemakaian serius, tunggu review jangka panjang yang lebih menyeluruh.