Pemkab Pasaman Barat Realisasikan Peremajaan Sawit Rakyat 215 Hektare, Target 300 Hektare di 2026

Penulis: Ronal Siregar  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:30:01 WIB
Realisasi peremajaan sawit rakyat di Pasaman Barat mencapai 215 hektare dari target 300 hektare pada 2026.

SIMPANG EMPAT — Program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Kabupaten Pasaman Barat terus digenjot. Hingga saat ini, realisasi baru mencapai 215 hektare dari target 300 hektare yang ditetapkan untuk tahun 2026.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat, Afrizal, menyebutkan lahan yang sudah diremajakan tersebut dikelola oleh dua koperasi unit desa (KUD). Rinciannya, KUD Bina Tani Sejahtera seluas 140 hektare dan KUD Silawai Jaya seluas 74 hektare.

Mengapa Peremajaan Sawit Menjadi Prioritas?

Afrizal menjelaskan, langkah ini ditempuh karena produktivitas tanaman kelapa sawit yang sudah berumur di atas 25 tahun akan menurun drastis. Dalam kondisi tersebut, produksi tandan buah segar (TBS) bisa turun hingga di bawah 10 ton per hektare per tahun.

“Produksi tanaman satu hektare di umur di bawah 10 ton per tahun sehingga diperlukan peremajaan,” kata Afrizal di Simpang Empat, Rabu.

Dengan peremajaan, petani diharapkan bisa mengganti tanaman tua dengan bibit unggul bersertifikat. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan produksi kelapa sawit rakyat di daerah tersebut.

Anggaran Bersumber dari BPDPKS

Seluruh pembiayaan kegiatan PSR ini berasal dari Kementerian Pertanian melalui Badan Layanan Umum Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Skema pendanaan tersebut meringankan beban petani yang ingin meremajakan kebunnya.

Manfaat program ini dinilai langsung dirasakan oleh para penerima. Peremajaan menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit milik masyarakat.

Potensi Lahan Peremajaan Masih Sangat Luas

Pasaman Barat memiliki perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Berdasarkan data statistik, total luas perkebunan mencapai 189.508 hektare, dengan rincian perkebunan besar atau perusahaan seluas 62.574 hektare dan perkebunan rakyat seluas 126.934 hektare.

Dari luas perkebunan rakyat tersebut, seluruhnya menjadi potensi untuk pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat di masa mendatang. Artinya, realisasi 215 hektare yang telah dicapai saat ini masih menjadi bagian kecil dari total potensi yang ada.

Pemkab Pasaman Barat pun terus mempercepat pelaksanaan program ini di lapangan. Percepatan dilakukan agar target 300 hektare pada tahun ini bisa segera terpenuhi dan petani bisa segera menikmati hasil kebun yang lebih optimal.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top