SUMATERA BARAT — Google kembali membuat keputusan desain yang kontroversial pada lini Pixel 11 Pro. Alih-alih meningkatkan kualitas, fitur "HiLight" yang menjadi andalan justru mengorbankan fungsi dasar yang selama ini diandalkan pengguna: senter.
Redaksi yang telah menerima unit ulasan melaporkan temuan ini selama beberapa hari terakhir. Saat digunakan untuk menerangi ruangan di malam hari, cahaya dari LED belakang Pixel 11 Pro gagal menjangkau area yang lebih dari beberapa meter dari perangkat.
Perbedaan ini langsung terasa ketika membandingkan Pixel 11 Pro XL dengan Pixel 10 Pro XL. Intensitas cahaya pada generasi terbaru jauh lebih lemah, meskipun pendahulunya pun sebenarnya bukan yang paling terang di kelasnya.
Hasil pengujian menunjukkan performa senter Pixel 11 Pro XL bahkan kalah dari iPhone 15 Pro yang sudah berumur tiga tahun. Samsung Galaxy Z Fold 7 juga masih lebih unggul dalam hal ini. Dari semua perangkat yang diuji, Pixel 11 Pro XL menempati posisi paling bawah dalam hal kecerahan.
Will Sattelberg dari tim redaksi menyebut fungsi senter pada perangkat ini "tidak dapat digunakan" (unusable). Ia sempat mengira ponselnya mengalami gangguan dan mengatur kecerahan senter ke level setengah. Damien Wilde, koleganya, menduga penyebab utamanya adalah diffuser yang digunakan untuk fitur "HiLight".
Diffuser pada dasarnya adalah lapisan yang menyebarkan cahaya agar lebih merata. Pada Pixel 11 Pro, komponen ini memang berhasil membuat hasil foto dengan flash terlihat lebih baik dan tidak terlalu menyilaukan. Cahaya yang dihasilkan juga lebih hangat dibanding generasi sebelumnya.
Namun, konsekuensinya cukup besar. Saat digunakan sebagai senter, cahaya yang dihasilkan menyebar terlalu cepat dan kehilangan intensitas dalam jarak dekat. Ini menjadi masalah nyata untuk kebutuhan praktis seperti mencari barang di area gelap atau sekadar berjalan di lorong yang minim penerangan.
Menariknya, hasil foto dengan mode flash pada Pixel 11 Pro XL dan Pixel 10 Pro XL masih relatif sebanding. Perbedaan paling mencolok justru terlihat pada penggunaan sehari-hari sebagai senter, bukan pada kualitas gambar.
Fungsi senter bukanlah hal yang sering dibahas dalam perbandingan spesifikasi. Namun, ketika performanya menurun drastis, pengguna pasti akan menyadarinya. Ini adalah salah satu detail kecil yang bisa mempengaruhi kepuasan pengguna secara keseluruhan.
Bagi pengguna yang beralih dari iPhone ke Pixel 11, perbedaan ini akan langsung terlihat. Apple selama ini dikenal konsisten dengan kecerahan flash-nya, dan penurunan kualitas seperti ini bisa menjadi catatan negatif yang tidak perlu.
Google perlu mengevaluasi ulang keputusan desain ini. Sebuah ponsel flagship seharga belasan juta rupiah seharusnya tidak memiliki masalah mendasar pada fungsi sesederhana senter. Meski "HiLight" memberikan nilai tambah untuk fotografi, mengorbankan fungsi dasar yang digunakan jutaan orang setiap hari adalah trade-off yang tidak sepadan.