Pemkot Bukittinggi Revitalisasi Taman Depan DPRD, Pohon Pinus Tua Diganti Tabebuya demi Keselamatan Pengguna Jalan

Penulis: Topan Lubis  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:20:01 WIB
Pemkot Bukittinggi memulai revitalisasi Taman Depan DPRD dengan mengganti pohon pinus tua yang akarnya membusuk demi keselamatan pengguna jalan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi memulai revitalisasi Taman Depan DPRD sebagai bagian dari konsep Integrated City Planning (ICP) untuk menambah estetika wajah kota. Proyek yang berlangsung hingga 27 November 2026 ini mencakup penebangan pohon pinus tua yang akarnya sudah membusuk dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Pohon pelindung tersebut akan diganti dengan Tabebuya yang memiliki akar tunggang lebih aman serta tanaman hias tropis.

BUKITTINGGI — Wajah kawasan pusat kota Bukittinggi akan berubah dalam beberapa bulan ke depan. Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah membongkar total Taman Depan DPRD dan menggantinya dengan konsep baru yang lebih modern dan aman.

Pekerjaan revitalisasi ini dimulai sejak 20 Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada 27 November 2026. Proyek ini menjadi langkah awal penerapan konsep kota terintegrasi atau Integrated City Planning (ICP) di kota wisata tersebut.

Pohon Pinus Tua Roboh dan Akar Membusuk Jadi Alasan Utama

Kepala DLH Bukittinggi, Aldiasnur, menjelaskan pembongkaran taman lama termasuk penebangan pohon pinus dilakukan bukan tanpa alasan. Kondisi pohon di lokasi dinilai sudah kritis dan membahayakan.

"Karena dari segi usia, sudah cukup tua, akarnya sudah menyebar juga hingga ke jalan raya, bagian tengah dari batang pohon, ditambah lagi dengan buah pohon pinus, yang bisa membahayakan pengguna jalan," kata Aldiasnur, Rabu (26/8).

Pohon pinus yang berusia tua itu memiliki akar yang menyebar hingga ke badan jalan dan trotoar. Bagian tengah batangnya pun sudah mengalami pembusukan, sehingga sewaktu-waktu bisa tumbang dan menimpa pengendara yang melintas.

Tabebuya dan Kamboja Fosil Jadi Pengganti

Sebagai gantinya, DLH akan menanam pohon Tabebuya yang dikenal memiliki akar tunggang sehingga tidak merusak fondasi bangunan maupun aspal jalan. Tanaman ini juga berbunga layaknya sakura dan cocok dengan iklim tropis.

"Fungsinya tetap sebagai tanaman pelindung dan sebagai penambah estetika kota. Ini akan berbunga layaknya bunga sakura yang hidup di daerah dengan iklim tropis," ujarnya.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Bukittinggi, Hefrinal Lubis, menambahkan lokasi taman juga akan dihiasi pohon Kamboja Fosil dan aneka bunga hias. Rencananya, taman ini akan dilengkapi anak tangga dan air mancur untuk mempercantik kawasan tersebut.

Penebangan Berlangsung Tiga Bulan di Sejumlah Titik

Pekerjaan menebang pohon-pohon tua sebenarnya sudah dilakukan DLH sejak tiga bulan terakhir di lokasi lain, bukan hanya di Taman Depan DPRD. Ini merupakan bagian dari perawatan berkala untuk mencegah akar menyebar ke jalan dan buah pohon yang jatuh menimpa warga.

Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya mempercantik pusat keramaian Bukittinggi, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pejalan kaki dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut setiap harinya.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top