BUKITTINGGI — Direktur Akfar Imam Bonjol Bukittinggi Muhammad Nazif menyampaikan laporan kinerja kampus di hadapan tamu undangan, termasuk Kapokja Sistem Informasi dan Kerjasama LLDIKTI Wilayah X Rukman Wijaya, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Saiful Jamal, dan Staf Ahli Walikota Bukittinggi Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Robby Novaldi.
Nazif menyebut kepercayaan masyarakat terhadap kampus terus meningkat. Program penyerapan lulusan SMK Farmasi yang ingin melanjutkan ke jenjang D-3 tengah dirancang untuk memperluas akses pendidikan kefarmasian di Sumatera Barat.
Kesiapan lulusan memasuki dunia kerja jadi salah satu sorotan dalam wisuda kali ini. Sebanyak enam wisudawan telah mengikuti program magang Kementerian Ketenagakerjaan dengan penempatan di fasilitas kesehatan terkemuka.
Rinciannya: dua orang di Rumah Sakit Madina, tiga orang di RSUD Dr. Achmad Mochtar (RSAM), dan satu orang di RS Ibnu Sina Padang Panjang. Akfar Imam Bonjol juga menjalin kemitraan dengan Semen Padang Hospital yang membuka peluang mahasiswa direkrut sebelum menyelesaikan pendidikan, melalui seleksi wawancara dan tes lebih dulu.
Nazif menyebut 2025 dan 2026 sebagai momentum membanggakan bagi institusi. Kampus meraih Entrepreneurship Award IX Tahun 2025 tingkat Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia.
"Tahun 2025 dan 2026 menjadi momentum membanggakan bagi Akfar Imam Bonjol Bukittinggi. Institusi ini mencatatkan sejarah baru dengan meraih Entrepreneurship Award IX Tahun 2025 tingkat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia," ungkap Nazif.
Pada 2026, tiga dosen kampus berhasil menembus pendanaan penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Total hibah yang diraih mencapai Rp131,8 juta.
Ketua Yayasan Imam Bonjol Padang Rendi Elwan Zahri memberi apresiasi kepada pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan atas dedikasi mendidik mahasiswa hingga menyelesaikan studi.
Rendi menekankan bidang farmasi berkembang dinamis dan menuntut lulusan berintegritas, bukan sekadar cerdas intelektual.
"Dunia kesehatan, khususnya bidang farmasi, saat ini membutuhkan tenaga ahli yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, empati tinggi, dan profesionalisme yang kuat. Jadilah tenaga farmasi yang amanah, inovatif, dan senantiasa menjunjung tinggi etika profesi di mana pun berada," tegas Rendi.
Kepada para lulusan, Nazif berpesan agar menjaga etika profesi dan integritas di tengah masyarakat. "Wisuda merupakan awal dari perjalanan dan tanggung jawab yang lebih besar untuk terus belajar serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," katanya.
Melalui penguatan sarana-prasarana, peningkatan kerja sama dengan mitra kesehatan, dan penerapan program Kampus Berdampak, Akfar Imam Bonjol Bukittinggi menargetkan terus mencetak tenaga kefarmasian yang siap menjawab tantangan dunia kerja.