SUMATERA BARAT — Kekalahan 0-3 Manchester United dari Bournemouth di Old Trafford pada pekan kedelapan Premier League 2026/2027 memicu reaksi tak biasa dari tribun. Penonton memberi tepuk tangan dan yel-yel dukungan untuk pelatih Michael Carrick, lalu menyoraki para pemain yang berjalan menuju lorong. Aksi ini menegaskan kemarahan suporter lebih tertuju ke manajemen klub ketimbang ke bangku pelatih.
Kekalahan dari Bournemouth menjadi pukulan terbaru dalam rentetan hasil buruk Manchester United. Gol-gol Bournemouth memaksa sebagian penonton meninggalkan tribun lebih cepat, sementara yang bertahan memilih menyuarakan kekecewaan dengan cara berbeda.
Saat Carrick melangkah ke lorong pemain, tribun Old Trafford menyanyikan yel-yel dukungan untuknya. Begitu pelatih asal Inggris itu hilang dari pandangan, sorakan tajam diarahkan ke para pemain yang menyusul di belakangnya.
Laporan ESPN menyebut suporter menyadari Carrick bukan akar dari kehancuran performa The Red Devils. Kemarahan mereka diarahkan ke manajemen yang dinilai kurang peduli terhadap perkembangan tim.
"Para suporter tak ragu untuk menunjuk pihak yang perlu disalahkan. Meski marah terhadap performa di lapangan, jari menunjuk ke arah mereka yang memimpin klub. Pemilik klub dari keluarga Glazer, Jim Ratcliffe, dan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox dianggap bersalah oleh para pendukung," tulis ESPN.
Keluarga Glazer masih menjadi pemilik mayoritas Manchester United, sementara Ratcliffe masuk sebagai pemegang saham minoritas melalui INEOS. Nama Wilcox ikut diseret karena bertanggung jawab atas kebijakan sepak bola klub, termasuk pergerakan transfer.
Catatan Manchester United sebulan terakhir memang jauh dari standar klub sebesar mereka. Bruno Fernandes dan kawan-kawan belum meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Rangkaian itu mencakup tersingkir dari Carabao Cup dan kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions. Di Premier League, MU kini duduk di peringkat ke-17 dengan tujuh poin, hanya terpaut satu angka dari zona degradasi.
Tekanan pada Carrick dan skuad dipastikan belum mereda. Jadwal berikutnya menyajikan lawan-lawan berat yang bisa memperpanjang krisis jika tidak ada perbaikan.
Manchester United akan menghadapi Chelsea di lanjutan Premier League pekan depan, lalu melawan AS Roma di Liga Champions. Setelah itu, MU menjamu Aston Villa dan bertandang ke markas Liverpool.
Empat laga itu menjadi ujian langsung bagi Carrick untuk membuktikan bahwa dukungan tribun Old Trafford tidak sia-sia. Sebaliknya, bagi manajemen, sorakan yang mengarah ke Glazer, Ratcliffe, dan Wilcox menjadi sinyal bahwa kesabaran suporter mulai habis.