JAKARTA — Veda Ega Pratama kini mengoleksi 71 poin dari tujuh seri balapan yang sudah dijalaninya bersama tim Honda Team Asia. Posisinya melesat setelah keputusan diskualifikasi terhadap Fernandez diumumkan oleh MotoGP pada Jumat lalu.
Keputusan Steward FIM: Dua Mesin Ilegal Jadi Penyebab
Steward FIM MotoGP menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada Fernandez untuk enam Grand Prix pertama musim ini. Pelanggaran ditemukan setelah Direktur Teknis melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap segel mesin dan laporan resmi dari pabrikan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mesin motor Fernandez telah dibuka tanpa izin resmi. Akibatnya, seluruh poin yang diraihnya di Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Katalonia dinyatakan tidak sah.
Dua Kali Podium, Veda Kini Bersaing di Papan Atas
Dalam tujuh balapan yang sudah dilaluinya, Veda dua kali naik podium di posisi ketiga, yakni di Brasil dan Prancis. Konsistensi ini membawanya ke peringkat ketiga dengan total 71 poin, unggul jauh dari Fernandez yang kini terpuruk di posisi ke-20 dengan hanya 13 poin.
Veda kini berada di belakang dua pembalap Spanyol lainnya. Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team memimpin klasemen, disusul Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo di posisi kedua.
Implikasi Bagi Klasemen dan Peluang Veda ke Depan
Diskualifikasi ini secara dramatis mengubah peta persaingan Moto3 2026. Dengan absennya salah satu pesaing utama, peluang Veda untuk mempertahankan atau bahkan memperbaiki posisinya di seri-seri berikutnya semakin terbuka lebar.
Keputusan MotoGP ini juga menjadi pengingat keras bagi seluruh tim tentang kepatuhan terhadap regulasi teknis. Pelanggaran terhadap aturan mesin dianggap sebagai kecurangan serius yang berujung pada pencabutan hasil balapan secara menyeluruh.