Gubernur Sumbar Mahyeldi Tinjau Pasar Ateh Bukittinggi Jelang Libur Panjang, Imbau Wisatawan Jaga Kebersihan Kawasan Jam Gadang

Penulis: Binsar Gultom  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 23:16:01 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meninjau Pasar Ateh Bukittinggi menjelang libur panjang.

BUKITTINGGIGubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meminta seluruh pihak, mulai dari pedagang hingga wisatawan, ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan kawasan wisata Pasar Ateh dan Jam Gadang. Imbauan itu ia sampaikan saat meninjau lokasi tersebut, Selasa (30/6/2026), menjelang lonjakan pengunjung pada libur panjang.

Dalam kunjungannya, Mahyeldi mengapresiasi hasil revitalisasi yang dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi. Ia menilai Pasar Ateh kini jauh lebih tertata, baik dari sisi penempatan pedagang maupun kebersihan lingkungan.

Revitalisasi Pasar Ateh Dinilai Berhasil

"Alhamdulillah, Pasar Ateh sekarang semakin tertata. Ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah kota, para pedagang, dan seluruh masyarakat," ujar Mahyeldi.

Ia berharap kondisi ini terus dipertahankan agar pengunjung merasa nyaman saat berbelanja maupun menikmati suasana wisata di Bukittinggi. Penataan kawasan ini disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

Mahyeldi menegaskan, kebersihan bukan hanya tugas pemerintah. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya akan berdampak besar pada citra positif daerah.

"Meningkatnya jumlah wisatawan selama musim liburan harus diimbangi dengan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan kawasan wisata," kata gubernur.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap kawasan Pasar Ateh dan Jam Gadang tetap menjadi ikon wisata yang nyaman dan bersih bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Peninjauan ini menjadi sinyal bahwa pemda serius mengelola destinasi unggulan di Kota Bukittinggi.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: topsumbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top