SUMATERA BARAT — Kabar baik bagi pengguna BBM nonsubsidi. Mulai hari ini, Rabu (1/7/2026), harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex resmi turun. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, sebagai bagian dari mekanisme penyesuaian harga yang berjalan secara periodik.
Penurunan paling dalam dialami Pertamina Dex. Harga solar premium ini turun dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter. Artinya, pengguna Pertamina Dex bisa menghemat Rp3.650 setiap kali membeli satu liter.
Dexlite juga tak kalah besar. Harganya turun Rp3.300 per liter, dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter. Sementara Pertamax Turbo turun Rp1.450 per liter, dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Penurunan ini setara dengan 7% dari harga sebelumnya.
Namun, harga Pertamax (RON 92) tetap bertahan di level Rp12.950 per liter. Begitu juga dengan BBM bersubsidi seperti Solar dan Pertalite yang tidak mengalami perubahan harga.
Tak hanya untuk kendaraan darat, harga avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta juga turun signifikan. Dari Rp22.190 per liter pada Juni 2026, kini menjadi Rp19.190 per liter. Penurunan Rp3.000 per liter ini berlaku sebelum pajak dan diharapkan bisa meringankan biaya operasional maskapai penerbangan.
Menurut Kitty, kebijakan ini merupakan respons terhadap pergerakan harga minyak mentah dunia yang beberapa pekan terakhir menunjukkan tren penurunan. "Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," jelas Kitty dalam keterangan resmi.
Pertamina juga memastikan bahwa penurunan harga tidak diikuti dengan penurunan kualitas produk. "Kami terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar," tambahnya.
Penurunan harga ini berlaku di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia, dengan catatan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) masing-masing daerah bisa berbeda. Masyarakat bisa mengecek harga spesifik di wilayahnya melalui aplikasi MyPertamina atau langsung di SPBU terdekat.