Gubernur Sumbar Mahyeldi Tekankan Pendidikan Berbasis Iman, IPTEK, dan Karakter di Harlah ke-60 YPBWI

Penulis: Ronal Siregar  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 11:56:01 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah memberikan sambutan dalam peringatan Harlah ke-60 YPBWI di Padang.

PADANG — Enam dekade perjalanan Yayasan Pendidikan Bakti Wanita Islam (YPBWI) diapresiasi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. Ia menyebut yayasan itu konsisten memajukan pendidikan melalui penguatan nilai Islam, penguasaan IPTEK, dan pemberdayaan perempuan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh pengurus YPBWI dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus mengucapkan selamat Hari Lahir ke-60 YPBWI,” kata Mahyeldi dalam sambutannya, Kamis.

Menurutnya, perjalanan enam dekade menunjukkan dedikasi mencerdaskan kehidupan bangsa dan melahirkan generasi unggul berakhlak mulia.

Kurikulum Adaptif di Tengah Tantangan Zaman

Mahyeldi menyebut tantangan pendidikan saat ini menuntut kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keagamaan. Workshop Implementasi Kurikulum YPBWI yang digelar bersamaan dengan peringatan hari lahir dinilai sebagai langkah strategis.

“Yang kita harapkan adalah lahirnya peserta didik yang memiliki karakter Islami, adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Gubernur juga menyinggung peran keluarga, khususnya perempuan, dalam membentuk karakter anak. Ia menegaskan Pemprov Sumbar akan memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan yang berkomitmen membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas.

Falsafah Minangkabau sebagai Fondasi Pendidikan

Mahyeldi menjelaskan konsep integrasi nilai keislaman dengan IPTEK telah menjadi bagian dari filosofi pendidikan di Sumbar. Pembangunan manusia, kata dia, harus bertumpu pada tiga kecerdasan: spiritual, intelektual, dan sosial.

Ketiga aspek itu tercermin dalam falsafah Tali Tigo Sapilin, Tungku Tigo Sajarangan yang memadukan peran niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai. Ia mencontohkan Buya Hamka dan Mohammad Natsir sebagai tokoh Minangkabau yang berhasil memadukan ketiga kecerdasan tersebut.

“Kehidupan berbangsa di Indonesia dibangun di atas fondasi nilai-nilai spiritual sebagaimana tercermin dalam Pembukaan UUD 1945,” ingat Mahyeldi.

Ia pun mengajak seluruh keluarga besar YPBWI menjadikan momentum hari lahir ke-60 sebagai semangat memperluas pengabdian di bidang pendidikan, memperkuat kualitas kurikulum, serta melahirkan generasi pemimpin berakhlak mulia yang mampu bersaing di tingkat global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bunda PAUD Sumbar Harneli Mahyeldi, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar Edi Darma, jajaran pengurus YPBWI, serta peserta workshop dari berbagai daerah di Indonesia.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: investigasi.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top