PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau memprakirakan hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat akan mengalami hujan dengan intensitas bervariasi dalam 24 jam ke depan. Periode prakiraan berlaku mulai Jumat (3/7/2026) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (4/7/2026) pukul 07.00 WIB.
Dua daerah mendapat perhatian khusus dalam laporan BMKG. Kepulauan Mentawai berpotensi mengalami hujan lebat hingga petir pada dini hari pukul 01.00 WIB dan pagi hari pukul 07.00 WIB. Sementara itu, Kabupaten Solok Selatan diprakirakan dilanda hujan disertai petir pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.
Kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan dan nelayan yang melaut di perairan Mentawai. Kecepatan angin di Kepulauan Mentawai terpantau mencapai 21 km/jam, tertinggi di Sumatera Barat.
Memasuki siang hingga malam hari, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang akan terjadi di banyak wilayah. Daerah yang terdampak meliputi Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Tanah Datar, Solok, Sijunjung, dan Kota Padang.
Pada pagi hari, kondisi cuaca di Sumbar umumnya masih berawan. Beberapa kota seperti Bukittinggi, Padang Panjang, dan Pariaman bahkan sempat terlihat cerah berawan dengan langit yang dihiasi awan tipis.
Suhu udara di Sumatera Barat berada pada kisaran 18 hingga 32 derajat Celsius. Suhu terendah tercatat di Kota Bukittinggi, yakni 18–25 derajat Celsius. Sebaliknya, suhu tertinggi terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota yang mencapai 24–32 derajat Celsius.
Tingkat kelembapan udara terpantau cukup tinggi, berkisar antara 64% hingga 100%. Kondisi ini turut meningkatkan potensi terbentuknya kabut, terutama di wilayah Bukittinggi, Payakumbuh, dan Sawahlunto. Pengendara yang melintasi jalur pegunungan diminta berhati-hati terhadap jarak pandang yang terbatas.
Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 4 hingga 21 km/jam. Selain Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pesisir Selatan juga mencatat kecepatan angin yang cukup tinggi, yakni sekitar 20 km/jam. Masyarakat di wilayah pesisir dan nelayan kecil diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut saat kondisi angin kencang.