Truk Mogok Melintang di Sitinjau Lauik, Lalu Lintas Padang-Solok Macet Total 2,5 Jam

Penulis: Binsar Gultom  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:30:01 WIB
Truk mogok melintang di Sitinjau Lauik menyebabkan kemacetan total selama 2,5 jam.

PADANG — Arus lalu lintas di jalur Sitinjau Lauik, Kota Padang, kembali lancar setelah sempat lumpuh total akibat truk mogok, Sabtu (4/1/2026). Kendaraan dari arah Padang menuju Solok dan sebaliknya terjebak macet hingga 2,5 jam.

Kemacetan mulai terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Satu unit truk mengalami kerusakan dan melintang di badan jalan, menghalangi seluruh lajur. Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polresta Padang pun langsung turun ke lokasi.

Buka Tutup Diberlakukan, Antrean Mengular

Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, menjelaskan bahwa truk yang mogok menjadi penyebab tunggal kemacetan. "Macet karena ada truk rusak yang melintang di jalan," katanya kepada Langgam.id.

Untuk mengurai kepadatan, petugas memberlakukan sistem buka tutup secara bergantian dari kedua arah. Sistem ini berlangsung selama proses evakuasi truk berlangsung.

Evakuasi Selesai, Lalin Normal Pukul 10.30 WIB

Setelah hampir tiga jam, petugas berhasil mengevakuasi truk ke pinggir jalan. "Kami sudah berhasil mengevakuasi truk ke pinggir jalan dan jalan sudah kembali normal siang ini, sekitar pukul 10.30 WIB," ujar Riwal.

Meski arus kendaraan utama sudah dibuka, pelambatan masih terjadi di beberapa titik. Riwal menyebut dampak dari sistem buka tutup sebelumnya masih terasa. "Saat ini pelambatan masih terjadi akibat buka tutup tadi," ungkapnya.

Personel Masih Disiagakan di Titik Rawan

Hingga siang hari, personel kepolisian masih bersiaga di sekitar lokasi. Mereka mengantisipasi kepadatan kendaraan yang tersisa akibat antrean panjang sebelumnya. Jalur Sitinjau Lauik dikenal sebagai ruas rawan macet karena kontur jalan yang menanjak dan berkelok.

Pengendara yang melintas diimbau untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, terutama kendaraan berat yang kerap menjadi pemicu kemacetan di jalur ini.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: langgam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top