PADANG — Wakasau Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi menegaskan bahwa Bakti TNI AU bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud nyata kehadiran TNI AU sebagai Tentara Rakyat. Hal itu disampaikannya saat meresmikan rangkaian kegiatan di Lanud Sutan Sjahrir, Kamis.
"Hari ini TNI-AU melakukan bakti untuk negeri, kegiatan ini digelar setiap tahun pada 29 Juli memperingati gugurnya pahlawan angkatan udara saat mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia," kata Wakasau dalam amanat yang dibacakannya.
Program bakti kesehatan menjadi salah satu andalan. Masyarakat mendapatkan layanan pengobatan umum dan spesialis, pelayanan kesehatan gigi, pemeriksaan laboratorium, hingga khitanan massal. Layanan ini digelar di sejumlah titik di Kota Padang.
Sementara itu, pada bakti sosial, TNI AU menyalurkan 2.500 paket sembako. Bantuan ini menyasar warga kurang mampu di sekitar Lanud Sutan Sjahrir dan wilayah terdampak di Kabupaten Agam.
Di bidang pembangunan, TNI AU bersama mitra strategis merenovasi berbagai fasilitas umum dengan total anggaran Rp 1,97 miliar. Proyek ini meliputi Mushala Miskul Firdaus di Komplek Garuda Lanud Sutan Sjahrir, Mushala As Sunnah, Rumah Tahfidz Al-Qur'an As Sunnah, TPQ, dan posyandu.
Wakasau meninjau langsung hasil renovasi Mushala Miskul Firdaus dan menandatangani prasasti peresmian. Sehari sebelumnya, Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Udara (Aster Kasau) telah meresmikan renovasi Mushala As Sunnah dan Rumah Tahfidz di Kota Padang.
Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan BRI, Bank Mandiri, BNI, BSI, PLN, dan Pertamina melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dalam rangkaian acara, Wakasau menyerahkan secara simbolis kunci fasilitas umum kepada perwakilan penerima manfaat serta menyaksikan penyerahan bantuan dari para mitra.
Melalui kegiatan ini, TNI Angkatan Udara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan, kualitas kesehatan, pendidikan keagamaan, dan ketahanan sosial masyarakat.