Pencarian

Usai Tinjau Lokasi, Menteri Dody Targetkan Rehabilitasi Jembatan di Flores Mulai Pertengahan September

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 02:15:58 WIB
Usai Tinjau Lokasi, Menteri Dody Targetkan Rehabilitasi Jembatan di Flores Mulai Pertengahan September
Usai Tinjau Lokasi, Menteri Dody Targetkan Rehabilitasi Jembatan di Flores Mulai Pertengahan September

Manggarai – Rehabilitasi dua jembatan vital di Pulau Flores ditargetkan mulai bergulir paling lambat pertengahan September 2026. Target itu mengemuka setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai dan Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur pada Jumat (28/8/2026).

Instruksi percepatan disampaikan Menteri Dody agar penanganan tidak sekadar memulihkan fungsi jembatan, melainkan juga memperkuat ketahanan struktur terhadap gempa. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan konektivitas pascagempa Flores yang tengah berlangsung.

“Wae Pesi ini secara keseluruhan terdampak paling parah. Kita berusaha merehabilitasi dengan cepat. Saat ini sedang mendatangkan alat dari Jakarta. Mudah-mudahan paling lambat pertengahan September kita sudah mulai melakukan rehabilitasi,” kata Menteri Dody.

Menteri Dody menegaskan penanganan infrastruktur terdampak gempa harus berjalan cepat agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dan mobilitas orang serta barang tetap lancar. Ia memastikan akses antarkawasan akan terus terjaga selama proses pemulihan berlangsung.

“Yang menjadi porsi kita harus kita kerjakan secepat-cepatnya. Dengan kualitas harus lebih bagus lagi dan berkarakter lebih tahan terhadap gempa,” ujar Dody Hanggodo.

Jembatan Wae Pesi terletak pada ruas Ruteng–Reo–Kedindi dan menjadi perhatian khusus karena terhubung langsung dengan Pelabuhan Reo yang memiliki depo Pertamina untuk distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM). Hasil pemeriksaan BPJN NTT menunjukkan kerusakan meliputi retakan pada oprit, expansion joint, serta bagian daerah aliran sungai (DAS).

Untuk mempercepat penanganan, peralatan didatangkan dari Jakarta dan saat ini dalam perjalanan. Dengan target rehabilitasi mulai pertengahan September, diharapkan fungsi jembatan segera pulih sehingga gangguan perjalanan masyarakat di jalur tersebut tidak berlangsung lama.

Setelah meninjau Wae Pesi, Menteri Dody melanjutkan pemeriksaan ke Jembatan Wae Dampek yang membentang di Sungai Wae Laing, Kabupaten Manggarai Timur. Jembatan sepanjang 60 meter dengan tipe rangka baja tersebut berada pada ruas Wae Gongger–Batas Kabupaten Manggarai–Pota. Ia meninjau kondisi oprit dan turun langsung ke bagian bawah jembatan untuk memastikan penanganan struktur dilakukan secara tepat.

Menteri PU Dody meminta pemulihan kedua jembatan mempertimbangkan karakter wilayah Flores yang rawan gempa. Prinsip build back better perlu diterapkan agar infrastruktur yang dipulihkan tidak sekadar berfungsi kembali, tetapi memiliki kualitas dan ketahanan lebih baik terhadap risiko bencana.

“Ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya. Prinsipnya kita harus membangun dengan lebih baik lagi, tetapi dengan lebih cepat,” kata Dody Hanggodo.

Secara keseluruhan, berdasarkan data 20 Agustus 2026, gempa yang melanda Pulau Flores berdampak pada 11 ruas jalan nasional, dengan 64 titik longsoran, 7 titik patahan badan jalan, serta 14 unit jembatan dan deuker. BPJN NTT telah memobilisasi 12 unit excavator dan 4 unit loader untuk pemulihan akses, serta jembatan Bailey dari NTB, Bali, dan Sulawesi Selatan. Kementerian PU memastikan seluruh ruas jalan nasional di Pulau Flores saat ini dapat dilalui kendaraan secara fungsional.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks