Pencarian

DKPP Agam Turunkan Penyuluh ke Setiap Kecamatan untuk Dorong Produksi Ikan Air Tawar

Senin, 31 Agustus 2026 • 22:26:01 WIB
DKPP Agam Turunkan Penyuluh ke Setiap Kecamatan untuk Dorong Produksi Ikan Air Tawar
Penyuluh perikanan DKPP Agam melakukan pembinaan teknis kepada pembudidaya ikan di setiap kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

LUBUK BASUNG — Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memperkuat pendampingan bagi para pembudidaya ikan melalui pembinaan teknis yang dilakukan penyuluh perikanan di setiap kecamatan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Agam, Rosva Deswira, menyebut pembinaan ini merupakan kegiatan rutin yang menyasar pembudidaya di daerah tersebut.

“Pembinaan ini rutin dilakukan penyuluh bagi pembudidaya ikan,” kata Rosva Deswira di Lubuk Basung, Senin, didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap DKPP Agam, Doni Afdison.

Produksi Ikan Agam Tembus 15.212,06 Ton

Upaya peningkatan kapasitas pembudidaya ini sejalan dengan capaian produksi yang relatif besar. Sepanjang semester satu dan dua, produksi ikan di Agam mencapai 15.212,06 ton.

Dari jumlah tersebut, ikan nila menjadi komoditas terbesar dengan produksi 12.113,16 ton. Disusul ikan mas sebesar 2.278,03 ton, ikan lele 194,75 ton, udang vaname 165,47 ton, ikan gurami 53,41 ton, dan ikan patin 7,25 ton.

Produksi tersebut berasal dari beragam metode budidaya. Kolam air deras menyumbang 5.608,45 ton, disusul kolam air tenang 4.904,4 ton, dan keramba jaring apung 4.218,24 ton. Sisanya dari keramba irigasi, kolam terpal, tambak, mina padi, serta sariban.

Kanal Konsultasi: Datang Langsung atau Lewat WhatsApp

Selain pembinaan langsung di lapangan, DKPP Agam juga membuka layanan konsultasi bagi pembudidaya. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut melalui Balai Benih Ikan (BBI) atau langsung mendatangi kantor dinas.

Rosva menjelaskan, layanan konsultasi juga bisa diakses lewat telepon genggam maupun pesan WhatsApp. "Ini kita lakukan kepada pembudidaya ikan mengingat kondisi sekarang," ujarnya. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan persoalan budidaya dapat direspons cepat tanpa harus menunggu kunjungan penyuluh.

Produksi ikan dari Agam tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal. Hasil budidaya dipasarkan ke sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat, serta keluar provinsi seperti Riau dan Jambi. Data produksi untuk triwulan ketiga saat ini masih dalam proses pendataan oleh DKPP.

Follow www.inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks