PADANG — Raut wajah puluhan anak-anak tampak serius saat kuas dan krayon menghiasi kertas gambar di Peron Bandara Stasiun Padang. Mereka adalah peserta lomba mewarnai yang digelar PT KAI Divre II Sumbar, sebuah agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar kompetisi. Pihaknya ingin mengubah citra stasiun dari sekadar tempat naik-turun penumpang menjadi ruang publik yang nyaman dan aman bagi keluarga.
“Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi KAI Divre II Sumbar untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam berekspresi dan berkreasi. Kami ingin menghadirkan stasiun sebagai tempat yang ramah anak, nyaman, dan menyenangkan,” ujar Reza di Padang, Kamis.
Selain mewarnai, panitia juga menyelenggarakan kuis interaktif seputar dunia perkeretaapian dan keselamatan perjalanan. Materi ini dikemas ringan agar anak-anak dan orang tua pendamping bisa belajar sambil bermain.
Menurut Reza, komitmen KAI terhadap pelayanan inklusif sudah diwujudkan melalui sejumlah fasilitas. Mulai dari ruang laktasi, ruang tunggu nyaman, toilet bersih, hingga lingkungan stasiun yang tertata dan aman bagi balita.
Dewan juri akhirnya menetapkan Aqif Maulana Alwi sebagai juara pertama. Posisi juara kedua diraih Shaqueena Adelia, dan juara ketiga ditempati Shelina Ayesha Liano. Dua kategori favorit masing-masing dimenangkan Hervania Almaz dan Arumi Nasha Yuliasman.
Seluruh pemenang mendapatkan trofi, piagam penghargaan, dan hadiah apresiasi. Sementara itu, 48 peserta lainnya tidak pulang dengan tangan kosong—mereka menerima bingkisan kenang-kenangan dari penyelenggara.
Salah seorang orang tua peserta, Sulastri, mengapresiasi langkah KAI yang dinilai memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak. Menurutnya, acara ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memperkenalkan moda transportasi kereta api sejak dini.
“Anak-anak tidak hanya mengikuti lomba mewarnai, tetapi juga belajar mengenal kereta api dan keselamatan perjalanan dengan cara yang menyenangkan,” kata Sulastri.