Yempino Wisman (49) Hilang di Perkebunan Pasaman Barat, Tim SAR Gabungan Kerahkan 9 Personel dan Drone Thermal

Penulis: Topan Lubis  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 22:21:31 WIB
Tim SAR gabungan mengerahkan sembilan personel dan drone thermal untuk mencari Yempino Wisman (49) yang dilaporkan hilang di perkebunan Jorong Limpato, Nagari Kajai, Pasaman Barat.

PASAMAN BARAT — Hingga Minggu malam, tim gabungan dari SAR Padang dan warga masih menyisiri area perkebunan di Jorong Limpato, Nagari Kajai, untuk mencari Yempino Wisman. Korban yang sehari-hari disapa Empi itu terakhir terlihat berangkat ke kebunnya pada Sabtu pagi seperti biasa, namun tak kunjung pulang hingga malam hari dan tidak bisa dihubungi.

Pencarian Mandiri Gagal, Keluarga Laporkan ke SAR

Pihak keluarga bersama tetangga sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar kebun dan jalur yang biasa dilalui korban. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil, sehingga akhirnya mereka melapor ke Kantor SAR Kelas A Padang pada Minggu siang.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa laporan diterima pukul 13.40 WIB. "Begitu menerima informasi, pada pukul 13.58 WIB kami langsung memberangkatkan sebanyak sembilan personel Rescuer dari Pos SAR Pasaman menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan darat," ujarnya di Padang, Minggu (26/7/2026).

Drone Thermal dan Perlengkapan Jungel Dikerahkan

Tim SAR membawa satu unit Rescue Car Double Cabin, ambulans, peralatan jungle, serta drone thermal untuk pemantauan dari udara. Alat komunikasi juga disiapkan untuk koordinasi di medan yang sulit. Abdul Malik menyebut jarak darat dari Pos SAR Pasaman ke titik terakhir korban terlihat (LKP) sekitar 14 kilometer.

"Saat ini tim gabungan bersama masyarakat masih berjibaku di lapangan untuk mencari keberadaan korban. Kami berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," kata Abdul Malik.

Kronologi Kepergian Korban

Menurut keterangan keluarga, Yempino Wisman berangkat ke kebun pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pagi. Aktivitas itu rutin dilakukannya. Namun ketika malam tiba dan korban tak kunjung pulang serta telepon tidak dijawab, keluarga mulai curiga. Pencarian mandiri oleh warga sekitar dilakukan hingga Minggu pagi, tetapi tidak membuahkan hasil.

Tim SAR yang tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB langsung membagi personel menjadi beberapa regu untuk menyisir kawasan perkebunan dan semak belukar. Drone thermal digunakan untuk mendeteksi panas tubuh dari ketinggian, mengingat medan yang cukup berat dan tertutup vegetasi rapat.

Wartawan: Tio Furqan Pratama

Reporter: Topan Lubis
Sumber: tvrisumbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top