SUMATERA BARAT — Kebakaran yang melanda permukiman padat hunian di Kecamatan Bontoala ini menjadi ujian berat bagi petugas pemadam. Kabid Operasi Damkarmat Makassar, Cakrawala, menyatakan laporan pertama kali diterima sekitar pukul 21.30 WITA. Personel langsung dikerahkan dari Mako Ratulangi, Posko Pengayoman, dan Carester Ujung Tanah, dengan puluhan personel cadangan yang sedang libur ikut bergabung ke lokasi.
Api baru berhasil dijinakkan setelah petugas berjuang selama kurang lebih dua jam. Namun, proses pemadaman tidak berjalan mulus. Kepadatan bangunan dan akses jalan yang sempit menjadi kendala utama yang memperlambat laju pasukan pemadam.
"Kondisi lokasi di saat ini. Kepadatan massa yang cukup krusial. Kemudian akses menuju ke lokasi juga ini memang agak sempit karena dia masuk di gang-gang kecil. Kemudian lokasi di sini padat hunian," jelas Cakrawala dalam keterangannya, Selasa (11/8).
Polsek Bontoala masih mendalami penyebab pasti kebakaran. Kapolsek Bontoala, Kompol Andi Aris Abu Bakar, menyampaikan dugaan awal peristiwa ini dipicu oleh korsleting listrik. Peristiwa itu diduga terjadi saat listrik padam dan warga berupaya menaikkan pembatas lampu, yang kemudian memicu percikan api.
Sementara itu, pendataan jumlah rumah terdampak masih terus dilakukan. Polisi mencatat sementara 30 unit rumah terbakar, namun angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pendinginan dan penyelidikan di lokasi kejadian.
"Kurang lebih 30 rumah terbakar. Ini masih pendalaman, karena saat ini masih tahap penyelidikan karena situasi masih dilakukan pendinginan," ungkap Kompol Andi Aris Abu Bakar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Satu warga mengalami luka akibat terkena serpihan material saat proses evakuasi dan telah dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dan menghitung total kerugian material akibat kebakaran tersebut.