SUMATERA BARAT — Keputusan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026). Para pejabat tersebut nantinya akan dibagi ke sejumlah daerah terdampak sesuai tugas pokok masing-masing kementerian.
"Kami akan membagi tugas ke lapangan (lokasi terdampak bencana) dan kemudian kita besok akan berupacara tidak di Jakarta, tapi kita akan ikut berupacara hari ulang tahun kemerdekaan di berbagai daerah (terdampak gempa bumi)," ujar Pratikno.
Pembagian tugas ini merupakan respons cepat pemerintah pusat atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Pratikno menegaskan kehadiran para menteri di lokasi bencana bukan sekadar seremonial kemerdekaan.
Keberadaan mereka difokuskan untuk mengawal persoalan penting serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dan proses penanganan bencana mendapatkan respons cepat di lapangan.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari lokasi, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT telah menewaskan 53 orang. Selain itu, tercatat 135 orang mengalami luka-luka dan 241 unit rumah warga rusak akibat guncangan.
Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah seiring proses evakuasi dan pendataan yang dilakukan petugas gabungan di daerah-daerah terisolir.
Upacara pengibaran bendera merah putih di tengah pengungsian menjadi simbol solidaritas negara terhadap warganya yang tertimpa musibah. Namun, agenda utama para pejabat eselon tinggi ini adalah memastikan rantai logistik, layanan kesehatan, dan shelter sementara berfungsi optimal.
Pratikno menambahkan, rapat koordinasi yang digelar di Manggarai Barat merupakan bagian dari konsolidasi akhir sebelum para menteri bergerak ke titik-titik yang telah ditentukan.
Dengan skenario ini, Istana Merdeka akan tetap menggelar upacara resmi HUT ke-81 RI yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, sementara perwakilan kabinet hadir di tengah masyarakat terdampak bencana.