BUKITTINGGI — Deretan prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Bukittinggi di kancah internasional. Tujuh siswa dari dua sekolah Islam Al Azhar di kota tersebut sukses membawa pulang medali dari kompetisi robotik dunia di Malaysia, sekaligus menembus jajaran besar kategori Robot Inovasi Senior.
Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi sekolah dengan Rumah Robotik Bukittinggi melalui kegiatan ekstrakurikuler yang berjalan berkelanjutan. Para siswa tidak hanya belajar merakit dan memprogram robot, tetapi juga diasah kemampuan berpikir logis, kreativitas, serta keberanian untuk bersaing di tingkat global.
Kepala SD Islam Al Azhar 67 Bukittinggi, Utari Nanda Rismi, didampingi Kepala SMP Islam Al Azhar 39 Bukittinggi, Arifan Ananda, mengonfirmasi capaian tersebut pada Kamis (27/8/2026). Berikut rincian nama siswa dan kategori yang berhasil mereka menangkan:
Dewan Pembina Yayasan Insan Karima Cendekia Bukittinggi, Dr. Novi Irwan, menyampaikan rasa bangganya atas kerja keras para siswa. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa generasi muda Bukittinggi mampu berkembang ketika pendidikan mengintegrasikan kemampuan akademik, teknologi, dan karakter.
“Keikutsertaan dalam kompetisi robotik internasional ini juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk berinteraksi dan berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara. Pengalaman tersebut kita harapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, semangat belajar, kemampuan beradaptasi, serta wawasan global sejak usia sekolah dasar dan menengah,” ujar Novi Irwan.
Ia menambahkan bahwa prestasi ini bukan sekadar soal medali, melainkan tentang proses belajar, kerja keras, dan kolaborasi. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berani berprestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan adab.
Ketua Yayasan Insan Karima Cendekia Bukittinggi, Mira Febrina, turut mendampingi para siswa selama ajang berlangsung di Malaysia. Kehadiran orang tua dan tim Rumah Robotik Bukittinggi disebut menjadi faktor penting dalam menjaga mental para pelajar saat berkompetisi melawan wakil dari Malaysia, Brunei Darussalam, China, Singapura, dan Vietnam.
Bagi Sekolah Islam Al Azhar Bukittinggi, torehan ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya di bidang teknologi, robotika, sains, dan inovasi.