SUMATERA BARAT — Gagang pintu model flush, yang rata dengan bodi dan keluar otomatis secara elektronik saat mendekati mobil, dulu dianggap sebagai simbol kemewahan dan efisiensi aerodinamis. Tesla mempopulerkannya, dan produsen China berbondong-bondong meniru. Kini desain tersebut menjadi masalah keselamatan yang serius.
Tesla memikul beban terbesar dalam recall ini. Sebanyak 2,98 juta unit ditarik, meliputi Model 3, Model Y, Model S, dan Model X—baik yang diimpor maupun diproduksi lokal di China. Recall efektif mulai 25 September.
Produsen lain juga ikut terkena imbasnya. Xiaomi menarik sekitar 390.000 unit, Leapmotor 371.000 unit, dan Xpeng 264.000 unit. Geely mencatat recall terbesar sepanjang sejarah perusahaan, meski jumlah pastinya tidak dirinci dalam laporan ke regulator.
Bahaya utama terletak pada ketergantungan total terhadap daya listrik. Michael Brooks, direktur eksekutif Center for Auto Safety, menjelaskan: kalau produsen tidak menyediakan opsi pembuka manual yang jelas, penumpang bisa kesulitan kabur saat mobil kehilangan daya listrik. Dalam situasi tabrakan yang merusak sistem kelistrikan, gagang elektronik yang tidak berfungsi bisa menjadi perangkap.
Ini bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan masalah keselamatan jiwa. Saat terjadi benturan, setiap detik berarti bagi penumpang untuk keluar dari kendaraan.
Solusi yang ditawarkan bervariasi antarprodusen. Sebagian cukup menempelkan label peringatan. Sebagian lain melakukan pembaruan software jarak jauh (OTA). Tesla memilih kombinasi keduanya: label peringatan plus update OTA yang otomatis menurunkan kaca jendela begitu terjadi tabrakan.
Langkah ini memang membantu, tapi tidak menyelesaikan akar masalah. Gagang elektronik tetap menjadi titik lemah jika listrik padam total. Untuk pasar Indonesia, kejadian ini menjadi pelajaran penting: fitur canggih yang mengutamakan estetika harus tetap menyisakan mekanisme manual yang mudah diakses penumpang.
Recall sebesar ini juga mencoreng reputasi desain minimalis yang selama ini dijual sebagai keunggulan. Produsen kini dihadapkan pada dilema: mempertahankan desain gagang flush yang aerodinamis atau kembali ke gagang konvensional yang lebih andal dalam situasi darurat.