Pencarian

Peringatan 100 Tahun Gempa 1926, Pemkot Padang Panjang Gelar FGD Perkuat Budaya Siaga Bencana

Senin, 08 Juni 2026 • 16:18:31 WIB
Peringatan 100 Tahun Gempa 1926, Pemkot Padang Panjang Gelar FGD Perkuat Budaya Siaga Bencana
Peserta FGD Padang Panjang berdiskusi memperkuat budaya siaga bencana menjelang peringatan 100 tahun gempa 1926.

PADANG PANJANG — Kota Padang Panjang berada di kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi dan ancaman bencana lainnya. Hal itu mendorong Pemerintah Kota Padang Panjang untuk terus menggencarkan upaya mitigasi berbasis masyarakat.

FGD II yang digelar pada Sabtu (6/6/2026) itu dihadiri oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, akademisi, tokoh masyarakat, dan insan pers. Diskusi difokuskan pada penguatan budaya siaga sebagai fondasi ketahanan daerah menghadapi situasi darurat.

Mengapa FGD Ini Digelar Menjelang Peringatan 100 Tahun Gempa 1926?

Ketua Panitia, Eko Susilo, menegaskan bahwa peringatan satu abad gempa besar yang pernah meluluhlantakkan Padang Panjang pada 1926 menjadi momentum refleksi. “FGD ini merupakan ikhtiar bersama untuk memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis masyarakat. Kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurut Eko, sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, media, dan komunitas warga menjadi kunci utama. Ia berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap pentingnya kesiapsiagaan demi keselamatan bersama.

Wali Kota Tekankan Peran Media dalam Edukasi Publik

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, dalam sambutannya menyoroti peran strategis media massa. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik. Informasi yang disampaikan secara tepat dan berkelanjutan akan membantu masyarakat lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana,” kata Hendri.

Ia mengapresiasi kehadiran insan pers, organisasi kemasyarakatan, dan pimpinan OPD yang turut berpartisipasi. Hendri berharap kolaborasi lintas sektor yang sudah terjalin dapat terus diperkuat guna mewujudkan Padang Panjang sebagai kota yang aman, tangguh, dan sejahtera.

Fokus Diskusi: Dari Mitigasi Hingga Gotong Royong Warga

FGD II diikuti oleh peserta dari berbagai unsur. Diskusi berlangsung dengan semangat gotong royong, membahas penguatan budaya siaga bencana sebagai fondasi menghadapi tantangan di masa depan.

Eko Susilo menambahkan, kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah yang berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Bagikan
Sumber: minangkabaunews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks