SUMATERA BARAT — KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh perlintasan liar di jalurnya kini resmi ditutup. Dua titik terakhir yang ditutup berada di KM 53+9/0 petak jalan Stasiun Pauh Kambar–Kurai Taji dan KM 1+1/2 petak jalan Stasiun Bukit Putus–Pauh Lima. Dengan rampungnya dua lokasi ini, target nasional penutupan 35 perlintasan liar pun tercapai.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyebut pencapaian ini sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak. “Hari ini menjadi tonggak penting karena KAI Divre II Sumbar telah menyelesaikan seluruh target penutupan 35 perlintasan liar di wilayah operasional kami. Ini merupakan hasil kolaborasi yang sangat baik antara KAI, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat,” ujarnya, Selasa (30/6).
Sinergi Pemangku Kepentingan
Keberhasilan ini melibatkan sinergi pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, PT Jasa Raharja, TNI-Polri, komunitas pecinta kereta api, hingga tokoh masyarakat setempat. Reza menjelaskan, dari total 35 titik, sebanyak 28 perlintasan liar ditutup sepanjang 2026, sementara tujuh titik lainnya telah diselesaikan pada tahun sebelumnya.
Menurut Reza, perlintasan liar memiliki risiko tinggi karena tidak berizin dan umumnya tidak dilengkapi fasilitas keselamatan. “Penutupan perlintasan liar merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang,” tambahnya.
Edukasi dan Pengawasan Berkelanjutan
KAI Divre II Sumbar tidak hanya berhenti pada penutupan fisik. Perusahaan juga terus memperkuat budaya keselamatan melalui peningkatan kompetensi SDM, pengawasan operasional, serta edukasi kepada masyarakat agar mematuhi aturan di sekitar jalur kereta api. Reza menekankan, keberhasilan menjaga keselamatan membutuhkan dukungan seluruh pihak agar perlintasan yang telah ditutup tidak dibuka kembali.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang yang kerap merenggut korban jiwa. Dengan penutupan 35 titik ini, diharapkan risiko kecelakaan di jalur kereta api Sumatera Barat dapat diminimalkan secara signifikan.