SOLOK — PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok bersama Dinas Pertanian Kabupaten Solok duduk satu meja membahas langkah konkret modernisasi pertanian. Fokus utama pertemuan itu adalah pemasangan pompa listrik untuk irigasi dan pengembangan program Electrifying Agriculture.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, hadir langsung dalam rapat yang digelar di kantornya. Ia didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Kepala Bidang Pangan, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Kepala Bidang Hortikultura.
Dari pihak PLN, hadir Asisten Manajer Niaga dan Pemasaran UP3 Solok Dito Nusa Putra, Manager Unit Layanan Pelanggan Kayu Aro Reza Riadi, dan Asisten Manajer Beyond kWh PLN Electricity Services Andri Ardianur beserta tim masing-masing.
Pompa Listrik Jadi Andalan Baru Petani
Program Electrifying Agriculture dirancang untuk menggantikan mesin diesel konvensional dengan pompa listrik. Langkah ini dinilai mampu menekan biaya operasional petani sekaligus meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat, Ajrun Karim, menyatakan komitmen perusahaan menjadi mitra strategis pemerintah daerah. "Program Electrifying Agriculture merupakan salah satu wujud komitmen PLN dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Ajrun Karim.
Ia menambahkan, pemanfaatan energi listrik di sektor pertanian tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya. "Tetapi juga mendorong produktivitas dan daya saing hasil pertanian. PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas manfaat elektrifikasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan," katanya.
Mekanisasi Berbasis Listrik untuk Pertanian Modern
Sinergi antara PLN UP3 Solok dan Dinas Pertanian Kabupaten Solok diharapkan mempercepat implementasi program di lapangan. Dengan beralih ke mekanisasi berbasis listrik, sektor pertanian di Kabupaten Solok ditargetkan tumbuh lebih modern dan mandiri.
Ke depan, PLN berkomitmen memperluas implementasi Electrifying Agriculture sebagai bagian dari upaya menghadirkan listrik yang tidak hanya menerangi, tetapi juga menggerakkan produktivitas masyarakat. PLN optimistis pemanfaatan energi listrik di sektor pertanian akan menjadi pendorong lahirnya pertanian yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga dinilai memperkuat ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.