Pencarian

Pemko Payakumbuh Salurkan 6.000 Baglog Jamur Tiram ke 40 Keluarga Miskin Berisiko Stunting, Digelar Pelatihan Budidaya

Kamis, 25 Juni 2026 • 13:44:31 WIB
Pemko Payakumbuh Salurkan 6.000 Baglog Jamur Tiram ke 40 Keluarga Miskin Berisiko Stunting, Digelar Pelatihan Budidaya
Wakil Wali Kota Payakumbuh membuka pelatihan budidaya jamur tiram bagi 40 keluarga miskin berisiko stunting.

PAYAKUMBUH — Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bagi-bagi bantuan sosial. Ia menyebut 6.000 baglog yang disalurkan merupakan bantuan produktif yang harus dikelola peserta menjadi sumber pendapatan keluarga.

“Bantuan yang diberikan hari ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bantuan produktif yang kami harapkan berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga,” kata Elzadaswarman saat membuka acara.

Empat Kelurahan Prioritas Jadi Sasaran

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda menjelaskan bahwa penerima bantuan berasal dari empat kelurahan yang masuk kategori agak rentan dalam Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2025. Mereka adalah warga Kelurahan Talang di Kecamatan Payakumbuh Barat, Kelurahan Napar dan Taratak Padang Kampuang di Kecamatan Payakumbuh Utara, serta Kelurahan Parambahan di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.

Setiap peserta mendapatkan 150 baglog jamur tiram siap panen. Sebelum menerima bantuan, mereka mengikuti pelatihan selama satu hari yang menghadirkan praktisi sukses di bidang ini.

Inspirasi dari Pengusaha Muda yang Sempat Diundang ke Jepang

Narasumber pelatihan, Fitri Afriani, disebut Elzadaswarman sebagai bukti nyata bahwa budidaya jamur tiram bisa menjadi jalan keluar dari masalah ekonomi. Fitri memulai usaha ini sejak masih kuliah dan berhasil membantu biaya keluarga, menyelesaikan pendidikan, hingga diundang berbagi pengalaman ke Jepang.

“Beliau patut menjadi inspirasi bagi kita semua. Dengan ketekunan dan kesungguhan dalam membudidayakan jamur tiram, beliau mampu membantu biaya keluarga, menyelesaikan pendidikan, bahkan mendapat kesempatan diundang ke Jepang,” ujar Elzadaswarman.

Mengapa Jamur Tiram Dipilih untuk Lawan Stunting?

Pemko Payakumbuh sengaja memilih komoditas jamur tiram karena tidak membutuhkan lahan luas dan mudah dikembangkan di pekarangan rumah. Selain nilai ekonominya yang menjanjikan, jamur tiram kaya protein, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.

“Ketahanan pangan dimulai dari rumah tangga. Keluarga yang mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri akan lebih tangguh menghadapi kenaikan harga pangan,” kata Elzadaswarman.

Program ini menyasar keluarga miskin yang sudah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemko Payakumbuh berharap bantuan produktif ini bisa memperkuat gizi keluarga sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di tingkat rumah tangga.

Bagikan
Sumber: semangatnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks