LUBUKBASUNG — Kepemimpinan baru PWI Agam resmi ditetapkan melalui mekanisme konferensi yang dihadiri pengurus dan pemangku kepentingan daerah. Mursyidi, wartawan Harian Singgalang, memenangkan pemilihan dengan perolehan suara signifikan.
"Terimakasih kepada pengurus PWI Agam atas amanah yang telah diberikan kepada saya," ujar Mursyidi di Lubuk Basung, Jumat. Ia menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh anggota PWI dalam kepengurusan mendatang demi menjalankan program kerja organisasi.
Dukungan untuk Program Kerja Tiga Tahun ke Depan
Mursyidi mengajak seluruh pengurus bahu-membahu merealisasikan agenda PWI Agam selama tiga tahun ke depan. "Mari bersama-sama kita menjalankan program kerja selama tiga tahun kedepan," katanya, menekankan pentingnya solidaritas internal.
Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Nafis, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi. Ia mengingatkan bahwa perbedaan dalam pemilihan adalah hal lumrah, namun persatuan demi kemajuan organisasi harus tetap dijaga. "Perbedaan saat konferensi hal yang biasa, namun persatuan dalam kemajuan PWI harus dilakukan," ujarnya.
Konferensi ke-7 dari 16 Kabupaten/Kota di Sumbar
Konferensi PWI Agam ini merupakan yang ketujuh dari total 16 kabupaten dan kota yang harus menggelar konferensi dalam satu kali masa bakti tiga tahun. Sebelumnya, konferensi serupa telah digelar di Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Pariaman, Kota Solok, Sijunjung, dan Dharmasraya. Widya Nafis menyebut masih ada sembilan daerah lagi yang akan menggelar konferensi menyusul.
Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, yang hadir membuka acara, menekankan pentingnya konferensi untuk memilih ketua yang amanah. Ia mengucapkan selamat kepada Mursyidi dan berharap PWI Agam dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Tema Konferensi: Profesionalisme dan Integritas Pers Lokal
Mengusung tema "Menguatkan Profesionalisme dan Integritas Pers Lokal untuk Membangun Agam yang Informatif dan Demokratis", konferensi ini dinilai sangat relevan. Menurut Muhammad Iqbal, tema tersebut sejalan dengan peran pers sebagai pilar demokrasi yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menyebarluaskan program pemerintah ke masyarakat luas.
Ia mencontohkan peran krusial pers saat Agam dilanda bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu. "Termasuk pemberitaan saat Agam dilanda bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025, dalam memberikan informasi secara cepat," ujarnya, mengapresiasi kontribusi wartawan di lapangan.