PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menekankan bahwa regulasi ketahanan keluarga yang sudah ada tidak boleh berhenti sebagai dokumen. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan aturan turunan dari Perda Ketahanan Keluarga harus segera dituntaskan agar program di lapangan berjalan efektif.
Angka Perceraian Jadi Alarm
Salah satu indikator yang mendorong percepatan ini adalah tingginya angka perceraian di Sumbar. Gubernur menilai persoalan tersebut menunjukkan bahwa penguatan ketahanan keluarga masih membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
“Kita sudah memiliki Perda Ketahanan Keluarga. Sekarang yang diperlukan adalah implementasi yang maksimal. Jangan sampai regulasi hanya menjadi dokumen, sementara persoalan keluarga masih terus meningkat,” tegas Mahyeldi dalam sambutannya.
Instansi Terkait Diminta Bergerak Cepat
Gubernur meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) bersama BKKBN serta instansi terkait lainnya segera merampungkan seluruh regulasi turunan. Langkah ini dinilai krusial agar setiap program yang direncanakan memiliki dasar hukum yang jelas saat dijalankan di tengah masyarakat.
Pendidikan Keluarga Sejak Dini
Mahyeldi juga mendorong penguatan pendidikan keluarga tidak hanya diberikan menjelang pernikahan. Ia berpandangan pembekalan mengenai kehidupan berumah tangga perlu dikenalkan kepada pelajar dan mahasiswa sebagai bekal membangun keluarga yang harmonis di masa depan.
“Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas 2045, maka keluarga harus menjadi prioritas. Mari kita jaga keluarga kita masing-masing, memperkuat pendidikan karakter, keimanan, dan keteladanan agar lahir generasi Sumatera Barat yang unggul dan berdaya saing,” ujar Mahyeldi.
Benteng dari Pengaruh Negatif
Menurut Gubernur, keluarga harus menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga perilaku menyimpang lainnya. Ia menekankan bahwa membangun keluarga yang berkualitas bukan hanya anjuran pemerintah, melainkan amanah agama dan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Penghargaan bagi ASN Teladan
Usai upacara, Gubernur menyerahkan penghargaan kepada para pemenang ASN Model Ketahanan Keluarga di lingkungan Pemprov Sumbar. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada aparatur sipil negara yang dinilai mampu menjadi teladan dalam membangun keluarga yang harmonis dan berketahanan.
Mahyeldi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas keluarga sebagai lingkungan pertama pembentuk karakter generasi penerus bangsa juga menjadi penentu utama.