AGAM — Jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat tidak hanya menyiapkan materi pembahasan untuk Rakernas, tetapi juga merancang peta jalan penguatan organisasi yang baru terbentuk. Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, menekankan bahwa forum nasional tersebut merupakan momentum strategis, bukan sekadar agenda rutin tahunan.
“Rakernas bukan hanya agenda rutin, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan visi, menyampaikan berbagai usulan daerah, sekaligus memperkuat arah pembangunan organisasi Kementerian Haji dan Umrah ke depan,” ujar Rifki dalam sambutannya.
Usulan Daerah dan Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam rapat koordinasi tersebut, para kepala kantor kementerian haji kabupaten dan kota se-Sumatera Barat membahas sejumlah rancangan kerja yang akan dikembangkan pasca-Rakernas. Salah satu poin utama yang mengemuka adalah peluang kerja sama dengan berbagai instansi melalui nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
Menurut Rifki, kolaborasi lintas sektor menjadi strategi krusial agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang penyelenggaraan haji dan umrah, dapat berjalan lebih efektif dan berkualitas. “Organisasi yang baru membutuhkan fondasi yang kuat. Karena itu kita ingin membangun tata kelola yang solid, didukung SDM yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pelayanan haji dan umrah yang terus berkembang,” tegasnya.
Fokus pada Fondasi Organisasi dan SDM
Fase awal pembentukan Kemenhaj menjadi perhatian serius dalam rapat tersebut. Rifki menegaskan bahwa keberhasilan institusi baru tidak hanya ditentukan oleh struktur kelembagaan, melainkan juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menggerakkannya. Karena itu, penguatan kapasitas aparatur, penyamaan persepsi, serta pembangunan budaya kerja profesional menjadi prioritas.
Rifki berharap seluruh jajaran di kabupaten dan kota dapat terus memperkuat koordinasi dan menjaga semangat kolaborasi. Dengan persiapan yang matang, ia optimistis Sumatera Barat mampu memberikan kontribusi terbaik pada Rakernas Kemenhaj 2026 sekaligus memperkuat langkah menuju pelayanan haji dan umrah yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada masyarakat.