SUMATERA BARAT — Bhabinkamtibmas Desa Kepenuhan Baru, Brigpol Roy Hakim Lubis, memantau langsung proses penyerapan jagung di Gudang Bulog Kampar Gudang Batas, Desa Tambusai, Kecamatan Tambusai. Jagung yang diserap merupakan hasil panen dari lahan seluas 0,6 hektare yang ditanam pada 20 Februari 2026 dan dipanen pada 2 Juni 2026.
Kapolsek Kepenuhan, Iptu Refli Setiawan Harahap, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam rantai distribusi pangan ini bukan sekadar jaga keamanan. “Kami juga memfasilitasi pengangkutan jagung dari lokasi pemanenan menuju ke gudang Bulog tanpa dipungut biaya, agar masyarakat tidak repot lagi dalam penjualan hasil panennya,” ujarnya.
Kualitas Jagung Sesuai Standar Bulog
Hasil pemeriksaan kualitas menunjukkan jagung pipil yang dijual petani memiliki kadar air 9 persen dan kadar jamur aflatoksin 25 PBB. Angka itu masuk dalam kategori baik sehingga Bulog Kampar langsung menyerap seluruh hasil panen.
Proses serap jual ini melibatkan Kepala Gudang Bulog Kampar Gudang Batas Tambusai, Ronal Martimbang, serta Petugas Pemeriksa Kualitas Unit Bisnis Jastasma Bulog Kampar, Hendra Sakti Simamora. Keduanya memastikan setiap kilogram jagung yang masuk memenuhi standar yang ditetapkan perusahaan pelat merah tersebut.
Sinergi Tiga Pihak untuk Ketahanan Pangan
Iptu Refli menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri, Bulog, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan. “Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung masyarakat dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan. Diharapkan hasil panen petani dapat terserap maksimal sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Langkah ini menjadi contoh kolaborasi lintas sektor yang langsung menyentuh petani di tingkat desa. Dengan adanya jaminan penyerapan dan bantuan logistik dari kepolisian, petani jagung di Rokan Hulu tidak perlu lagi khawatir soal distribusi hasil panen mereka ke Bulog.